"Saya sih masih mau memperjuangkan di sini. Masih banyak nuntut perubahan jadi nggak ngurusin FFI yang di Pekanbaru itu. Di sini saja masih sulit kok," ujar Dian ditemui di Djakarta Theater, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2007).
Menurut Dian, banyak dari mereka yang telah dinominasikan untuk FFI akan menolak menerima piala. Sarjana filsafat Universitas Indonesia itu menilai banyak hal yang harus dibenahi demi kelangsungan film Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu keprihatinan Dian terhadap film yaitu soal pemotongan atau sensor. Menurutnya banyak film yang kena sensor tanpa alasan jelas, padahal masyarakat dinilai sudah bisa membaca hal semacam itu. Dian merasa kinilah saatnya insan perfilman memperbaiki hal tersebut.
"Film kita nggak ditentuin dari festival, yang penting kehidupan film itu sendiri punya suasana masyarakat dan suasana hukum. Sensor itu dilakukan mungkin karena ada fakta-fakta yang ditutupi misalkan soal korupsi, sogokan polisi, yang membuat masyarakat itu nggak terlalu tahu soal itu padahal itu beneran ada," tandas Dian.
(yla/eny)











































