Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Riau, Joni Irwan mengungkapkan hal itu pada detikhot, Rabu (12/12/2007) di Kantor Gubernur Riau, Jl Sudirmana, Pekanbaru.
Menurutnya, pembangunan gedung Idrus Tintin yang akan dijakan pusat malam puncak FFI merupakan proyek multiyears yang ditangani Dinas Kimprawaswil Riau. Baik gedung dan interiornya sudah menjadi saku paket.
"Kita melakukan penunjukan langsung dalam proyek itu, karena sudah mendapat persetuan tertulis dari Dinas Kimpraswil Riau. Karena gedung dan interiornya dianggap dalam satu proyek yang sama. Jadi tidak ada masalahlah," kata Joni.
Dalam memenuhi interior gedung Indrus Tintin untuk menyambut FFI itu, Joni mengatakan, bahwa proyek interior senilai Rp34 miliar itu, diberikan kepada dua rekanan yang yang sebelumnya membangun gedung tersebut.
Kedua rekanan yang menangani proyek interior itu, adalah BUMN PT Pembangunan Perumahan (PP) dan Hutama Karya (HK). "Karena kedua perusahaan itu sebelumnya yang mengerjakan kontruksi bangunan, maka dengan sendirinya untuk interior gedung akhirnya mereka juga yang mengerjakannya," kata Joni.
Sebelumnya Ketua Fraksi PKS DPRD Riau, Nurdin dan anggota DPRD Riau dari Fraksi Golkar, Syamsul Hidayah mempertanyakan proyek tersebut karena dilakukan tanpa tender. "Kalau dilakukan Penunjukan Langsung (PL) jelas mengakangkangi aturan yang ada," terang Nurdin. (cha/eny)











































