Sherina Munaf Soal Amor Fati di Filosofi Teras

Sherina Munaf Soal Amor Fati di Filosofi Teras

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Senin, 13 Jul 2026 13:33 WIB
para pemain film filosofi teras
Sherina Munaf Soal Amor Fati di Filosofi Teras. (Foto: Febryantino Nur Pratama)
Jakarta -

Sherina Munaf berbagi pandangan mengenai konsep amor fati atau mencintai takdir saat membintangi film Filosofi Teras. Menurutnya, menerima setiap kenyataan hidup bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan secara instan, melainkan proses panjang yang membutuhkan kedisiplinan hati.

Konsep amor fati menjadi salah satu gagasan utama dalam buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring yang kini diadaptasi ke layar lebar.

"Oke amor fati ya, mencintai takdir. Jadi apakah aku langsung menerima takdir? Nggak langsung saya terima ya teman-teman," kata Sherina Munaf di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (12/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sherina mengaku dalam kehidupan pribadinya, menerima takdir merupakan ujian yang harus dijalani.

"Kalau aku secara personal di hidup aku, itu adalah ordeal yang harus dijalankan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Penyanyi dan aktris berusia 36 tahun itu mengatakan proses belajar menerima kenyataan membutuhkan waktu. Menurutnya, seseorang perlu melatih diri agar mampu berdisiplin terhadap hati dan pikirannya.

"Jadi pada akhirnya untuk belajar berdisiplin hati semacam itu memang butuh proses," tuturnya.

Sherina juga merasa perjalanan tersebut tak bisa dilalui sendirian. Ia banyak berdiskusi dengan orang-orang yang pernah menghadapi berbagai tantangan hidup, termasuk Henry Manampiring yang sudah dikenalnya jauh sebelum buku Filosofi Teras terbit.

"Dan butuh ngobrol-ngobrol dengan orang-orang yang juga mengalami obstacles dalam hidupnya. Contohnya, mungkin aku sudah sering cerita, aku sama Henry di sini itu sudah cukup lama temenan. Bahkan sebelum Henry nulis Filosofi Teras," ungkapnya.

Menurut Sherina, berbagai percakapan itu semakin menguatkan pemahamannya terhadap filosofi Stoik yang kemudian dituangkan Henry dalam bukunya.

"Jadi cukup sering ngobrol soal hardships dan juga checking up on each other, apalagi pas zaman COVID. Di situlah aku rasa hidup mengajarkan banyak hal dan dikonfirmasi juga lewat filosofi Stoicism yang ditulis Henry di Filosofi Teras," katanya.

Meski begitu, Sherina enggan mengungkap lebih jauh pengalaman pribadinya yang berkaitan dengan perannya di film tersebut. Ia hanya memberi isyarat bahwa tema amor fati dalam film memiliki kedekatan dengan perjalanan hidup yang pernah dialaminya.

"Ketika ada di film ini, aku nggak bisa spill soal itu ya, belum boleh. Tapi tentu saja itu sesuatu yang pernah aku lalui. Aku nggak akan masuk ke detailnya. Buat aku itu memang sebuah proses, dan it's okay," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, sutradara Affandi Abdul menegaskan meski film mengambil latar Jakarta dan sekitarnya, kisah yang diangkat tidak hanya merepresentasikan kehidupan masyarakat perkotaan.

"Saya merasa apa yang dialami keluarga ini, Nea, Siska, Guni, dan teman-temannya adalah hal yang bisa kita rasakan di semua kalangan. Jadi bukan lokasi dan tempatnya yang merepresentasikan, tapi kejadiannya dan rasa yang mereka lalui. Itu yang kita representasikan di film ini," jelas Affandi.

Acara tersebut juga menjadi momen peluncuran cetakan ke-100 buku Filosofi Teras sekaligus diperkenalkannya teaser poster dan teaser trailer adaptasi film tersebut. Henry Manampiring mengaku tak menyangka bukunya yang pertama kali terbit pada 2018 kini telah mencapai cetakan ke-100.

"Dulu pas cetakan 50 dibilangin, 'sampai ketemu di cetakan 100'. Aku pikir nggak kejadian, tapi ternyata ada. Buat saya ini membesarkan hati bahwa masih ada tempat bagi buku di Indonesia," pungkas Henry.

Film Filosofi Teras mengadaptasi pemikiran stoisisme populer yang berpusat pada dinamika sebuah keluarga. Keluarga tersebut menghadapi berbagai ujian hidup dan benturan realitas di tengah hiruk-pikuk Jakarta. Fokus utama cerita di Filosofi Teras merujuk pada Nea, Siska, Guni, serta lingkaran pertemanan mereka. Di mana mereka harus berjuang menavigasi emosi di tengah kegagalan, kehilangan, dan tekanan mental. Film Filosofi Teras diadaptasi dari buku berjudul sama karya Henry Manampiring. Filosofi Teras dibintangi oleh Sherina Munaf, Zee Asadel, Dinda Kanyadewi, Kiki Narendra, Putri Ayudya, hingga Lydia Kandou.



(fbr/mau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads