Tayang Hari Ini, Saat Aku Bersuara Sajikan Perlawanan terhadap Budaya Bungkam

Tayang Hari Ini, Saat Aku Bersuara Sajikan Perlawanan terhadap Budaya Bungkam

Mauludi Rismoyo - detikHot
Kamis, 18 Jun 2026 13:38 WIB
Poster Film Saat Aku Bersuara
Tayang Hari Ini, Saat Aku Bersuara Sajikan Perlawanan terhadap Budaya Bungkam. (foto: Istimewa)
Jakarta -

Di tengah banyaknya kasus kekerasan seksual, film Saat Aku Bersuara mengajak budaya untuk gak bungkam. Film garapan sutradara Sonu Samtani ini tidak hanya berbicara soal trauma korban, tapi juga tentang keberanian untuk bangkit.

Sonu mengungkap gagasan dalam membuat film Saat Aku Bersuara sudah ada sejak lama. Bersama penulis naskah Tisa TS, ia menghadirkan sudut pandang yang berbeda.

"Kalau selama ini banyak yang mengangkat traumatic experience-nya, kami ingin melihat bagaimana ketika seorang perempuan memilih bersuara dan bangkit. Di situlah harapan muncul," ujar Sonu Samtani dalam keterangan resmi, Kamis (18/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sonu mengakui memilih pendekatan bukan atas dasar pemahaman apa yang dirasakan korban. Ia mengambil bagian empatinya.

"Saya tidak mengambil dari traumanya. Saya mengambil dari empatinya. Kalau seseorang (korban pelecehan) berani bersuara dan didukung keluarga maupun teman-temannya, maka suaranya akan sangat berarti," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Hal senada disampaikan Tisa TS yang menyebut karakter Nadia yang diperankan Marshanda dibangun dengan lapisan emosi yang kompleks. Nadia digambarkan sebagai perempuan dengan kehidupan yang tampak sempurna sebelum ada peristiwa yang menghancurkan hidupnya.

"Nadia itu perempuan yang hidupnya terlihat sempurna. Dia independen, punya karier bagus, hampir menikah dengan laki-laki yang baik. Tapi semuanya berubah karena satu peristiwa yang menghancurkan hidupnya," katanya.

Di kesempatan yang sama, seorang penyintas kekerasan seksual yang hadir juga membagikan kisahnya. Dengan suara bergetar, ia mengaku banyak adegan dalam Saat Aku Bersuara yang mengingatkan akan pengalaman pahitnya. Namun itu juga yang memberinya semangat.

"Saya memilih untuk bersuara karena saya tidak ingin ada perempuan Indonesia lainnya yang mengalami hal yang sama. Saya percaya setiap korban berhak mendapatkan perlindungan dan kesempatan untuk didengar, sama seperti apa yang diperjuangkan Nadia di film ini," ujar salah seorang korban penyintas kekerasan seksual.

Film hasil produksi Arjuna Mega Films, Rain Creation, dan Lex Pictures ini mengisahkan Nadia (Marshanda), seorang pengacara muda yang hidupnya berubah drastis setelah menjadi korban kekerasan seksual saat berusaha menolong sahabatnya. Bersama karakter lain yang diperankan Ibnu Jami, Teuku Rifnu Wikana, Lukman Sardi, Cut Mini, Lydia Kandou, Omar Daniel, dan banyak lainnya, Saat Aku Bersuara mengajak penonton melihat perjuangan penyintas melawan trauma.

Saat Aku Bersuara mulai hari ini sudah dapat disaksikan di seluruh bioskop Indonesia. Yuk langsung saja tonton filmnya.



(mau/pus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads