3 Film Tentang Timor Leste Dilarang Diputar
Rabu, 29 Nov 2006 15:32 WIB
Jakarta - Aksi Lembaga Sensor Film (LSF) menyensor setiap film yang akan diputar di Indonesia kembali menuai korban. Kali ini LSF melarang tiga film tentang Timor Leste untuk diputar di Jakarta International Film Festival (Jiffest).'Tales of Crocodiles' asal Belanda, 'Passabe' dari Singapura dan 'Timor Loro Sae', film animasi berdurasi 12 menit asal Portugal, itulah tiga film yang dilarang putar oleh LSF. Selain dua film tersebut ada juga satu film tentang Aceh berjudul 'The Black Road' karya William Nessen, yang tak boleh diputar di Jiffest. Menurut Program Manajer Jiffest, Lalu Roismari, dalam suratnya LSF mengemukakan alasan mengapa empat film tersebut dilarang diputar. "Film-film itu dianggap bisa mengganggu stabilitas keamanan dan suasana kondusif yang sudah terbangun di Aceh dan Timor Leste," kata Lalu seperti dikutip detikhot dari AFP, Rabu (29/11/2006),Pelarangan empat film tersebut rupanya terdengar juga hingga kancah internasional. Sebuah organisasi non pemerintah yang bermarkas di Prancis, Reporters Without Borders (dalam bahasa Prancis menjadi Reporteros Sin Fronteras, disingkat RSF-red) menyesalkan tindakan LSF. Sekedar informasi RSF merupakan lembaga yang mengedepankan kebebasan pers."Kriteria sensor harus segera direview. LSF harus menjamin kebebasan berekspresi seseorang," jelas RSF dalam pernyataannya.Jakarta International Film Festival (Jiffest) digelar di Jakarta 8-17 Desember mendatang. Setidaknya lebih dari 200 film dari 35 negara di putar di festival yang diadakan sejak 1999 itu. (eny/fta)











































