Alasan Produksi Film Indonesia Perlu Gaet Koordinator Keintiman

ADVERTISEMENT

Alasan Produksi Film Indonesia Perlu Gaet Koordinator Keintiman

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Sabtu, 21 Jan 2023 18:29 WIB
Salah satu adegan di serial Mendua.
Cuplikan adegan di serial Mendua. dok. Disney+ Hotstar
Jakarta -

Kehadiran intimacy coordinator (koordinator keintiman) di lokasi syuting produksi film dan serial televisi sudah jadi hal yang wajib dilakukan, khususnya untuk industri di Inggris dan Amerika Serikat. Terlebih setelah gerakan Me Too bergaung, kehadiran sosok ini teramat penting buat para aktor dan aktris yang terlibat dalam sebuah adegan sensual atau yang dapat memunculkan trauma.

Sayangnya di Asia, kehadiran intimacy coordinator masih belum menjadi sebuah keharusan. Hal ini diakui oleh Aastha Khanna, seorang intimacy coordinator asal India, saat berbincang dengan detikcom belum lama ini. Aastha Khanna bekerja sama dengan Screenplay Films dan Disney+ Hotstar untuk produksi serial Mendua. Dia menjadi sosok penting di balik adegan-adegan sensual yang dilakukan dalam serial tersebut.

Dalam perbincangan dengan detikcom, Aastha Khanna menyebut dirinya sebagai satu-satunya intimacy coordinator di India. Juga termasuk dari sedikit intimacy coordinator yang sudah tersertifikasi di Asia. Selama ini, apabila rumah produksi di Asia (termasuk Bollywood) ingin menggunakan jasa intimacy coordinator, mereka harus menerbangkan ahli dari Kanada atau AS. Namun tidak semua produksi bisa menggelontorkan budget buat itu.

"Aku baru tahu bahwa aku adalah satu dari sedikit intimacy coordinator di Asia. Ada satu di Jepang yang saat ini akan menyelesaikan training-nya. Buatku ini menarik, karena meski Asia tidak semaju Amerika dan Inggris dalam hal konten, kecuali mungkin Korea, Jepang, dan India, tapi ini menarik. Asia adalah benua dengan populasi terbesar di dunia. Kok bisa nggak ada orang yang melakukan pekerjaan ini?" beber Aastha Khanna.

Memang perihal seks dan adegan ranjang merupakan sesuatu yang tabu untuk dibicarakan. Namun menurut Aastha Khanna, justru karena hal tersebut tabu maka perlu dilakukan komunikasi dan edukasi yang mendalam buat semua orang yang terlibat di produksi. Hal ini berkaitan dengan kesehatan mental dan juga kenyamanan para aktor yang melakukan adegan tersebut.

Dia kemudian menjelaskan, industri Bollywood baru secara aktif melibatkan intimacy coordinator dalam proyek-proyek konten mereka di awal 2021. Hal ini juga bisa dikatakan sangat baru buat industri Bollywood, padahal selama ini konten-konten yang ditampilkan di platform streaming di India bisa dikatakan minim sensor.

Aastha Khanna, intimacy coordinator asal India yang digaet Disney+ Hotstar untuk serial Mendua.Aastha Khanna, intimacy coordinator asal India yang digaet Disney+ Hotstar untuk serial Mendua. Foto: dok. Pribadi

"Tahu sendiri kan kalau isu pemerkosaan itu sangat santer di India. Padahal kalau kita lihat sekarang di platform streaming, tidak ada sensor (di sana). Karena ada banyak sekali konten di India yang menurut standar masyarakat sana terbilang sensual atau menampilkan kekerasan yang vulgar. Isu pemerkosaan, kekerasan, atau pelecehan itu juga sering diangkat ke layar. Sehingga industri ini butuh seseorang di lokasi untuk membantu para aktor tersebut dalam beradegan," tuturnya lagi.

"Maksudnya begini, karena seorang aktor berusaha untuk menampilkan sesuatu yang jahat, dia butuh teman, karena hal ini bisa memantik trauma buat mereka yang mungkin pernah mengalami kekerasan dalam hidupnya. Kalau mereka melakukan itu terhadap orang lain, adegan itu bisa merusak mereka dalam banyak hal," jelas Aastha Khanna.

Aastha Khanna menyebut pekerjaannya sebagai sebuah usaha preventif untuk para aktor/aktris. Sehingga demi sebuah peran mereka tidak perlu harus menyelami trauma terdalam atau merasa bersalah berlebihan saat melakukan adegan kekerasan, melakukan adegan seks, atau hal-hal yang memang membuat tak nyaman. Tak ayal dia pun sangat mendukung apabila industri film di Asia mulai melibatkan intimacy coordinator dalam produksi mereka, termasuk Indonesia.



Simak Video "Dikenal Sering Main Film Horor, Sara Fajira Ingin Jajal Genre Lain"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/ass)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT