'Sinta Obong' Rilis dengan Judul Baru
Senin, 07 Agu 2006 21:12 WIB
Yogyakarta - Film yang sempat menuai kontroversi 'Requiem from Java: Sinta Obong' akhirnya dirilis di Indonesia. Hadir dengan kemasan baru, Garin Nugroho pun mengganti judul film yang dibintangi Artika Sari Devi itu.Senin, 7 Agustus 2006 dengan bangga Garin memperkenalkan film terbarunya ini di ajang Jogja-Netpac Asian Film Festival 2006 di Resto Caesar Plaza Ambarukmo Yogyakarta. Setelah penggarapan yang cukup panjang, akhirnya film Garin ini dirilis juga.Rupanya banyak hal baru yang dirubah oleh Garin. Mulai dari nama-nama tokohnya hingga judul film yang kemudian berganti menjadi 'Opera Jawa'."Setelah berganti judul dan sebagainya, akhirnya dengan bangga saya bisa mempersembahkan 'Opera Jawa' ke kancah film Indonesia," ungkap Garin.Ditanya soal penggantian cerita juga judul film ini sutradara 'Daun di Atas Bantal' itu enggan bercerita banyak. Yang jelas perilisan film ini sengaja ia persembahkan untuk ulang tahun Mozart dan kota Yogyakarta yang ke-250. Tak sedikit yang melirik karya Garin ini bahkan para donatur dari Belanda, Swedia, Austria dan Indonesia pun tak mau ketinggalan berpartisipasi.Boleh dibilang film musikal gamelan ini adalah hasil perpaduan dari banyak ide dari para maestro gamelan, koreografer, penari serta instalasi artis Indonesia. 'Opera Jawa' berkisah tentang kehidupan pasangan Siti (Artika Sari Devi) dan Setio (Martinus Miroto) yang tengah dilanda musibah.Usaha gerabah mereka bangkrut dan pada saat bersamaan Ludiro (Eko Supriyanto) kembali mendekati Siti yang tak lain adalah gadis idamannya. Ketiga bekas penari tersebut akhirnya masuk ke dalam konflik cinta segitiga layaknya kisah Sinta Obong dalam wayang orang Ramayana."Secara keseluruhan film ini adalah kolaborasi seni yang luar biasa. Dari Asia, diselenggarakan secara Asia dan untuk Asia. Pokoknya serba Asia," tandas Garin kepada detikhot, Senin (7/8/2006) malam. (yla/)











































