Korban Penembakan Alec Baldwin saat Syuting 'Rust' Dibuat Film Dokumenter

ADVERTISEMENT

Korban Penembakan Alec Baldwin saat Syuting 'Rust' Dibuat Film Dokumenter

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Sabtu, 19 Nov 2022 14:40 WIB
Halyna Hutchins
Halyna Hutchins, korban penembakan Alec Baldwin kisahnya dijadikan film dokumenter. Foto: Dok. Instagram
Jakarta -

Nama Halyna Hutchins masih dikenang sebagai salah satu sinematografer berbakat di Hollywood. Nahasnya Halyna Hutchins meninggal dunia di lokasi syuting film Rust gegara peluru pistol yang ditembakan oleh Alec Baldwin. Kini kisah hidup Halyna Hutchins akan dibuat film dokumenter.

Dikutip dari Variety, suami Halyna Hutchins sudah memberi lampu merah buat penggarapan film dokumenter ini. Rumah produksi Story Syndicate akan mendapat kehormatan buat penggarapan film dokumenter berdurasi panjang tersebut. Nantinya film ini akan menjadi persembahan buat warisan Halyna Hutchins di dunia film Hollywood.

Akan ditampilkan kehidupan sang sinematografer hingga deretan pekerjaan yang sukses dia lakukan selama hidup. Dengan persetujuan dan arahan dari Matt Hutchins, sang suami, sutradara Rachel Mason akan menjadi pemimpin produksi film dokumenter tersebut.

Rachel Mason sebelumnya pernah meraih nominasi Emmy Awards buat dokumenter bertajuk Circus of Books yang dirilis tahun 2020. Julee Metz akan menjadi produser buat film yang masih belum punya judul ini.

Atas izin suami Halyna Hutchins, tim produksi diizinkan untuk mengakses arsip personal dan profesional mendiang sinematografer tersebut. Kisah hidup Halyna Hutchins disebut akan memberikan banyak inspirasi lantaran berangkat dari kawasan rawan perang di Kyv, Ukraina, dan bisa menjadi salah satu sinematografer sukses dalam produksi film indie Hollywood.

"Halyna akan menorehkan warisan yang abadi di dunia film. Sebagai filmmaker, aku ingin membuat film dengannya. Aku tidak bisa membayangkan bahwa pada akhirnya aku akan bikin film tentang dia," kata Rachel Mason dalam sebuah pernyataan.

"Dunia ini kehilangan salah satu seniman terbaiknya, tapi aku kehilangan seorang teman. Fakta bahwa dia adalah seniman yang luar biasa tertutupi oleh bayangan soal kematiannya dan itu sangat menyakitkan buatku. Film ini nantinya akan memberikan kesempatan pada kami membagikan sisi kemanusiaan dan talenta yang dia miliki, dan merasakan perjalanan para kolaborator saat bekerja sama dengannya," lanjut dia.

Investigasi terkait insiden penembakan di lokasi syuting film Rust yang diduga dilakukan oleh Alec Baldwin bergulir hingga FBI mengeluarkan pernyataan. FBI menyebutkan bahwa memang benar Alec Baldwin yang menarik pelatuk pistol yang menewaskan sinematografer Halyana Hutchins tahun 2021.

Alec Baldwin dalam wawancara dengan ABC mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak pernah menembakkan pistol tersebut. Dia mengaku tidak menarik pelatuknya. Dia juga bersikeras bahwa pistol yang dia pegang itu merupakan pistol properti tanpa peluru.

"Aku tak pernah menekan pelatuknya. Pelatuknya tak ku tarik sama sekali. Aku tak pernah mengarahkan senjata pada siapa pun dan menekan pelatuknya, tak pernah," ungkapnya kala itu.

FBI justru merilis laporan berbeda. Dalam serangkaian tes penembakan tidak disengaja yang dilakukan belum lama ini, FBI mengeluarkan kesimpulan bahwa memang Alec Baldwin yang menarik pelatuk pistol tersebut.



Simak Video "Polisi Rilis Bukti-bukti Penyelidikan Insiden Penembakan Alec Baldwin"
[Gambas:Video 20detik]
(aay/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT