Curhat Sutradara Nico van den Brink soal Moloch dan Industri Film Indonesia

ADVERTISEMENT

Curhat Sutradara Nico van den Brink soal Moloch dan Industri Film Indonesia

Asep Syaifullah - detikHot
Sabtu, 29 Okt 2022 08:24 WIB
Cuplikan adegan di film horor Moloch (2022).
Cuplikan adegan di film Moloch (2022). Dok. Ist
Jakarta -

Nama sutradara Nico van den Brink menjadi salah satu yang ramai diperbincangkan di kancah dunia, khususnya untuk para penikmat film horor. Lewat karya terbarunya yakni Moloch, ia pun mencoba merasakan pasar Indonesia yang selalu haus akan film-film horor.

Film yang juga ditayangkan di Shudder itu akan diputar di Festival World Cinema Week yang berlangsung sejak Sabtu (22/10) hingga Minggu (30/10) mendatang. detikcom pun berkesempatan untuk mengobrol bersama dengan sutradara asal Belanda itu, mengenai film panjang perdananya dan bagaimana soal industri film di Indonesia.

Moloch sendiri merupakan film horor yang berkisah tentang Betriek (Sallie Harmsen) yang mengalami teror bersama keluarganya sejak lama. Ternyata teror tersebut adalah kutukan yang diturunkan dari nenek moyangnya tersebut dan selalu menimpa mereka dalam kurun waktu tertentu.

Kejadian aneh tersebut pun bermula setelah penemuan sebuah jenazah wanita yang terkubur di rawa-rawa di daerah rumahnya. Hal itu ternyata berhubungan dengan misteri yang menyangkut sejarah keluarganya.

Beberapa media luar yang memberikan review pada film tersebut pun menuliskan jika film horor itu memiliki unsur folklore yang ada di Belanda. Nico pun tak menyangkalnya saat dikonfirmasi, ia bahkan menyebutkan sosok hantu yang menjadi ide awal dari cerita tersebut.

"Ya, kisah itu berdasarkan dari elemen sejarah seperti dongeng tentang Wise Woman (di Belanda) ya bentuk manusia yang kau lihat di dalam kabut. Ya itu adalah darimana ide ini berasal yang dikembangkan dengan penemuan tubuh yang dikubur di rawa dan seperti mumi," tuturnya saat ditemui di kantor Falcon Pictures di kawasan Duren Tiga belum lama ini.

Sutradara asal Belanda, Nico van den Brink.Sutradara asal Belanda, Nico van den Brink. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT

Selain itu ada pula hal menarik dari film Moloch yakni sebuah jargon berbunyi 'Nu a Murit' yang berarti dia (wanita) tak pernah mati. Lantas dari mana ide itu berasal?

"Itu adalah bahasa Rumania, ide itu muncul karena kekasihku dari Rumania. Ya kita mencari sebuah kalimat yang bisa dia ingat dan terjemahkan, kami memilih She Never Died karena itu lebih mudah diingat," paparnya.

Berbicara soal kedatangannya ke Indonesia, sutradara berusia 36 tahun itu pun mengatakan jika pasar di sini cukup potensial dan sangat menyukai film-film horor. Hal ini pun membuat pria peraih sejumlah penghargaan di festival film internasional seperti Brooklyn Horror Film Festival hingga Lakeshorts International Short Film Festival itu pun merasa cukup bangga saat filmnya diputar di Indonesia.

Saat ditanyakan beberapa film horor asal Indonesia yang diketahuinya ia pun menyebutkan beberapa judul seperti Impetigore (Perempuan Tanah Jahanam) dan Satan Slave (Pengabdi Setan).

"Aku lagi nonton Pengabdi Setan, aku belum selesai sih tapi itu sungguh seram," ujarnya seraya tertawa.

Nico pun mengatakan jika dirinya berharap bisa bekerjasama dengan Joko Anwar dan menghasilkan film horor bersama. Hal ini pun cukup memungkinkan mengingat Nico van den Brink dan Joko Anwar ternyata masuk dalam satu agensi film yang sama di Los Angeles.

Nico van den Brink merupakan sutradara yang terkenal lewat film pendek seperti Sweet Tooth dan The Burden yang meraih sukses besar di festival film dunia. Kedua film itu pun kini tengah dalam proses pengembangan dan akan dibuat versi film panjangnya oleh New Line Cinema dan diproduseri James Wan serta Sam Raimi.



Simak Video "Sutradara Andi Bachtiar Buka Suara Usai Dituding Tampar Kru"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/ass)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT