ADVERTISEMENT

Akhir Kisah Cinta di Dear Nathan: Thank You Salma

Asep Syaifullah - detikHot
Jumat, 21 Jan 2022 19:45 WIB
Jefri Nichol dan Amanda Rawles di Press Screening dan Press Confrence Film Dear Nathan Thank You Salma, XXI Epicentrum, Jakarta (6/1/2022).
Jefri Nichol dan Amanda Rawless di acara Dear Nathan: Thank You Salma. Pool/Noel/detikcom
Jakarta -

Kisah asmara antara Nathan (Jefri Nichol) dan Salma (Amanda Rawles) menjadi salah satu tontonan yang banyak digemari masyarakat Tanah Air. Hingga saat ini sudah ada tiga film yang diangkat dari kisah mereka dan Dear Nathan: Thank You Salma pun didapuk sebagai penutupnya.

Film tersebut pun digadang-gadang menghadirkan warna baru dibandingkan karya sebelum-sebelumnya. Disutradarai oleh Kuntz Agus, mereka juga mengangkat isu pelecehan seksual di kalangan remaja yang menjadi salah satu highlight di film tersebut.

"Film ini sangat melekat di hati para penontonnya, begitu juga dengan para pembaca novelnya. Saya dan teman-teman di sini mengemasnya dengan menyelipkan satu isu yang penting, tentang kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Di situ lah daya tarik dan tantangan bagi saya juga," ungkap Kuntz Agus.

Jefri Nichol pun merasa jika penutup kisah Nathan dan Salma itu akan menjadi sebuah suguhan yang spesial dan diterima oleh para fansnya.

"Mengerjakan Dear Nathan dari awal sampai sekarang sudah 5 tahun, dan kita para pemain ikut tumbuh bersama dengan karakter dan ceritanya. Di sini ceritanya lebih kompleks dan lebih dewasa, sehingga adanya permasalahan lain juga menjadi hal menarik di film penutup trilogi Dear Nathan ini," ujar Jefri Nichol.

Apalagi dengan kemunculan dua bintang baru yakni Ardhito Pramono yang berperan sebagai Afkar dan Indah Permatasari yang berperan sebagai Zanna. Keduanya juga memiliki peran yang cukup penting di film Dear Nathan: Thank You Salma yang tayang sejak 13 Januari lalu.

Sinopsis

Masa paling romantis dalam hubungan cinta Nathan dan Salma baru saja dimulai. Tahun ini, mereka mulai memasuki dunia aktivisme sosial, walaupun dengan prinsip berbeda.

Salma cenderung memilih berekspresi secara digital sementara Nathan memilih turun ke jalan. Perbedaan prinsip ini memicu pertengkaran besar ketika Nathan terlibat kerusuhan besar di sebuah demonstrasi.

Seketika kemesraan indah mereka berakhir dengan keputusan untuk break. Salma minta waktu kepada Nathan untuk memikirkan lebih jauh mengenai hubungan mereka.

Nathan berusaha memperjuangkan Salma agar melanjutkan hubungannya. Sayangnya, waktu Nathan terbelah setelah Rebecca memintanya untuk membantu Zanna, mahasiswi seangkatannya yang mengalami pelecehan seksual.

Menangani kasus pelecehan seksual ini membuat Nathan ada dalam posisi sulit, karena harus melindungi privasi Zanna dan merahasiakan persoalan ini kepada siapapun termasuk Salma. Sikap Nathan yang diam kepada Salma ini menimbulkan kecurigaan dalam diri Salma.

Masalah bertambah ketika Salma dekat dengan Afkar, seorang musisi dan kakak angkatan Salma yang terlibat dalam klub puisi Bumi Syair yang sejak lama diidolakan oleh Salma. Hubungan keduanya makin akrab bahkan keakraban itu diketahui oleh Nathan.

Namun Nathan menghadapi kemunculan Afkar dengan sangat bijak. Sikap Afkar yang simpatik dan bersahabat juga membuat Nathan tidak punya alasan untuk memusuhinya. Sejak Afkar hadir di hati Salma, tantangan Nathan bertambah.

Bukan hanya meyakinkan Salma bahwa dia masih mencintainya, tapi Nathan juga harus membuktikan bahwa dirinya lebih baik dari Afkar. Nathan tidak pernah berhenti memperjuangkan keadilan untuk Zanna, tapi di saat yang sama dia juga tidak rela kehilangan Salma.

Sayangnya semakin Nathan larut dalam perjuangannya, semakin dekat juga Salma mengenal Afkar.

Berhasilkah Nathan memperjuangkan cintanya kepada Salma?



Simak Video "Cerita Ardhito Pramono Main Film 'Dear Nathan' Diajak Jefri Nichol"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT