Produksi Film Kedua, Produser Arbi Leo Dapat Dukungan dari Ketua LSF

Erika Dyah - detikHot
Jumat, 15 Okt 2021 11:18 WIB
Arbi Leo
Foto: Istimewa
Jakarta -

Sukses dengan produksi film pertamanya, 'Martabak Bangka' yang ditonton lebih dari 3 juta orang, produser Film Arbi Leo siap kembali berkarya dengan meluncurkan film kedua. Melalui film berjudul 'Bisikan Jenazah' yang direncanakan tayang tahun ini, Arbi mengaku akan terus mengembangkan industri perfilman di daerahnya, Bangka Belitung.

Arbi menjelaskan pihaknya telah mensurvei serta menggali potensi-potensi pengembangan industri perfilman nasional di Bangka Belitung bersama Kepala LSF Indonesia, Rommy Fibri Hardiyanto.

Dalam kesempatan ini, Arbi pun mengungkap film karya keduanya yang berjudul 'Bisikan Jenazah' merupakan film layar lebar yang diproduksi PH Bersahaja Entertainment di Malaysia.

Kali ini, Arbi yang juga merupakan CEO Bersahaja Entertainment turut andil sebagai Produser Executive di film tersebut. Ia mengatakan masa pandemi tak seharusnya membuat kita berhenti untuk terus berkarya dan harus terus semangat membangun negeri lewat karya-karya yang positif.

Lebih lanjut pengusaha berusia 37 tahun asal Bangka Belitung ini mengatakan bahwa produksi film layar lebar keduanya tahun berlokasi 100% di Malaysia. Melalui produksi film kedua ini, Arbi mengaku ingin terus menambah pengalaman.

Bahkan, dirinya merasa tertantang membuat karya film di luar negeri setelah mendapat tawaran dari Aldi Taher yang juga berperan sebagai aktor utama dalam film ini.

Selain Aldi Taher, lanjut Arbi, film ini juga dibintangi oleh aktris Internasional asal Malaysia yaitu Emma Maembong. Menurutnya, film bergenre horor ini akan segera tayang perdana di akhir tahun 2021 di seluruh bioskop-bioskop Tanah Air.

"Kita tungguin segera jadwal tayangnya ya," ujar Arbi dalam keterangan tertulis, Jumat (15/10/2021).

Arbi mengatakan pihaknya akan terus berupaya produktif dalam membuat karya-karya film ke depannya. Sebab menurutnya, melalui karya film pihaknya dapat ikut serta membangun daerah dan negeri.

Ia menerangkan saat ini sudah ada 3 film layar lebar yang ia produksi. Adapun film keduanya direncanakan tayang tahun ini, sementara film ketiganya ditargetkan tayang di awal tahun 2022. Arbi berharap karya-karya filmnya dapat membangkitkan kembali industri perfilman di Indonesia.

"Semoga karya-karya film kami dapat ikut berkontribusi membangkitkan kembali Industri perfilman di Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia, Rommy Fibri Hardiyanto turut memberi apresiasi kepada Arbi atas keseriusan yang ditunjukkan untuk membangun perfilman di Bangka Belitung.

"Semangat Pak Arbi untuk mengembangkan industri perflman di Babel patut kita apresiasi dan acungkan jempol. Kita yakin, melalui dunia film ini juga bisa mempromosikan dan memperkenalkan daerah ke dunia luar," ungkap Rommy.

Rommy mengaku meski baru pertama kali datang ke Pulau Bangka, ia yakin potensi daerah di Bangka Belitung sangat mendukung pembangunan dan pengembangan industri perfilman Tanah Air.

(ncm/ega)