Deretan Film Indonesia yang Mendapat Penghargaan Internasional

Shifa Nur Fadilla - detikHot
Kamis, 07 Okt 2021 12:46 WIB
Poster internasional film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
Deretam film lokal yang berjaya di festival Internasional. Dok. Palari Films
Jakarta -

Seiring berkembangnya dunia perfilman di Indonesia, semakin banyak film-film karya anak bangsa yang tidak diragukan lagi kualitasnya. Bahkan semakin banyak film Indonesia yang justru terlebih dahulu tayang di berbagai festival Internasional sebelum akhirnya ditayangkan di Indonesia.

Tidak hanya tayang di festival internasional, beberapa film Indonesia juga sudah berhasil mendapatkan penghargaan internasional. Berikut beberapa film Indonesia yang telah berhasil mendapatkan penghargaan internasional yang sayang untuk dilewatkan.

1. Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar TuntasSeperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Foto: dok. Palari Films

Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas merupakan film hasil adaptasi dari novel karya penulis terkenal, Eka Kurniawan dengan judul yang sama. Dalam film ini, naskah skenarionya ditulis langsung oleh Eka Kurniawan.

Baru-baru ini Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas telah berhasil meraih penghargaan International Golden Leopard di Locarno International Film Festival. Selain itu film ini juga telah tayang di Toronto International Festival Film 2021.

2. Yuni

Film Yuni berlaga di TIFF 2021.Film Yuni berlaga di TIFF 2021. Foto: dok. fourcolorfilms

Film Yuni merupakan film Indonesia yang disutradarai oleh seorang perempuan yaitu Kamila Andini. Film karya Kamila Andini ini berhasil mendapat penghargaan Platform Prize pada Toronto International Film Festival 2021. Pengumuman kemenangan Yuni pada Toronto International Film Festival 2021 ini disampaikan secara langsung oleh Riz Ahmed selaku perwakilan juri di kategori Platform Prize.

Platform Prize itu sendiri merupakan sebuah penghargaan film tahunan oleh Festival Film Internasional Toronto untuk film-film dengan nilai artistik tinggi serta menunjukkan visi penyutradaraan yang kuat.

3. Kucumbu Tubuh Indahku

Kucumbu Tubuh IndahkuKucumbu Tubuh Indahku Foto: Dok. Ist

Film Kucumbu Tubuh Indahku bercerita tentang kehidupan seorang penari Lengger, seorang warok dalam tradisi klasik penari Reog. Film ini sempat menjadi sorotan masyarakat Indonesia lantaran dituding sebagai film yang menampilkan LGBT. Bahkan film ini juga sempat ditolak untuk tayang di Indonesia.

Meski begitu film garapan Garin Nugroho ini pertama kali tayang justru pada Festival Film Internasional Venesia ke-75, kemudian juga tayang di Festival Tiga Benua Nantes. Kucumbu Tubuh Indahku berhasil mendapat penghargaan internasional sebagai film terbaik dalam tiga penghargaan sekaligus yaitu, Venice Independent Film Critic, Festival Des 3 Continents, dan Asia Pacific Screen Awards.

4. Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Marlina the Murderer in Four ActsMarlina the Murderer in Four Acts Foto: Dok. Ist

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak film berlatar suasana Pulau Sumba ini merupakan film karya Mouly Surya. Film ini termasuk dalam film yang kurang diminati penonton bioskop di Indonesia.

Namun, Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak ini justru berhasil meraih beberapa penghargaan di ajang film Internasional seperti, Festival Film Sitges, Tokyo FILMeX, dua piala Asia-Pacific Film Festival, Five Flavours Asian Film Festival, dan QCinema International Film Festival.

5. Turah

Film TurahFilm Turah Foto: Film Turah (twitter)

Turah merupakan film Indonesia yang menggunakan Bahasa daerah, yaitu bahasa Jawa Tegal. Film ini karya Wicaksono Wisnu Legowo. Dengan balutan bahasa Tegal yang terkenal dengan bahasa Jawa Ngapak, film ini menawarkan serta menunjukan realita kejujuran masyarakat kecil di sebuah daerah pulau Jawa.

Turah berhasil meraih beberapa penghargaan internasional seperti Singapore International Film Festival 2016, Bengaluru International Film Festival 2017, sampai Asean International Film Festival and Award 2017.



Simak Video "Salut! Film Indonesia Raih Penghargaan di Festival Locarno"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/ass)