My Name is Khan: Perjuangan Shah Rukh Khan Menghapus Stigma Islamophobia

Ahsan Nurrijal - detikHot
Senin, 06 Sep 2021 19:04 WIB
Film My Name Is Khan.
My Name Is Khan: Perjuangan Shah Rukh Khan menghapus stigma islamophobia. Dok. Ist
Jakarta -

Belakangan ini, topik islamophobia kembali muncul ke permukaan. Islamophobia timbul karena tindakan sekelompok teroris yang mengatasnamakan islam. Hal tersebut membuat orang-orang membenci islam secara keseluruhan. Tema tersebut diadaptasi oleh Karan Johar dalam filmnya yang berjudul My Name is Khan. Film ini melibatkan bintang besar Bollywood sekelas Shah Rukh Khan dan Kajol.

Cerita bermula saat seorang anak muslim bernama Rizwan Khan (Shah Rukh Khan) yang menderita Sindrom Asperger (Autisme dan sulit berinteraksi dengan lingkungan). Dia tumbuh bersama saudara laki-lakinya (Jimmy Shergill), dan ibunya di India.

Rizwan yang merupakan anak berkebutuhan khusus membuat ibunya memberi perhatian ekstra. Hal ini membuat adiknya, Zakir, cemburu dan memutuskan merantau ke Amerika Serikat. Saat sang ibu meninggal, Zakir yang iba melihat sang kakak memintanya untuk tinggal bersama di negeri Paman Sam.

Ketika berada di Amerika, Rizwan bertemu dengan Mandira (Kajol), seorang wanita Hindu yang bekerja di sebuah salon. Dia memiliki anak laki-laki dari pernikahan sebelumnya yang bernama Sam (Yuvaan Makaar). Rizwan jatuh cinta kepadanya dan menikahi Mandira dengan segala perbedaan yang ada termasuk agama.

Walaupun tidak merubah kepercayaannya, Mandira dan Sam bersedia merubah nama belakang mereka menjadi Khan, nama yang identik dengan islam di India. Namun, tragedi 9/11 yang terjadi di kemudian hari seketika merubah kehidupan keluarga kecil tersebut.

Atas kebencian terhadap islam, Sam menjadi sasaran penganiayaan sekelompok anak di sekolahnya. Hal tersebut membuat Sam meninggal dunia. Sontak, Mandira menyalahkan Rizwan atas kematian Sam karena menikahi seorang muslim dan mengganti nama belakangnya menjadi Khan.

Film My Name Is Khan.Film My Name Is Khan. Foto: Dok. Ist

Dalam amarahnya, Mandira mengusir Rizwan dan meminta menemui Presiden Amerika Serikat dan mengatakan padanya jika Khan bukan seorang teroris. Rizwan yang menderita Sindrom Asperger mencerna kalimat tersebut secara penuh dan memutuskan bertualang mencari jalan untuk menemui Presiden Amerika Serikat untuk mengatakan pada beliau bahwa dia bukan seorang teroris.

Lantas, mampukah Rizwan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat? Apakah Rizwan berhasil menghapus stigma negatif masyarakat terkait Islamophobia pasca tragedi 9/11? Jika kamu penasaran, kamu bisa menonton lengkap film My Name is Khan pada platform-platform streaming yang tersedia.

Film ini menjadi kali ketiga antara Shah Rukh Khan dan Kajol. Sebelumnya, mereka pernah beradu peran dalam film Kuch Kuch Hota Hai dan Kabhi Kushi Kabhi Gham. Maka tak heran jika dalam film ini chemistry antara keduanya terjalin dengan sangat baik.

Shah Rukh Khan sangat sukses menampilkan karakter Rizwan. Dia mampu tampil luwes dan berperilaku sebagai penderita Sindrom Asperger dengan baik. Salah satu yang menjadi sorotan adalah saat Rizwan mengungkapkan kebahagiaan dengan cara yang berbeda pada umumnya ketika Mandira menerima ajakannya untuk menikah.

My Name is KhanMy Name is Khan. Dok. Ist

Kajol sebagai Mandira juga tak kalah tampil prima. Dia menjadi sosok wanita yang tangguh walaupun terus-menerus terlibat masalah yang tiada henti. Puncaknya adalah ketika dia mencari kebenaran atas kematian anaknya yang menjadi korban diskriminasi.

Pada dasarnya, My Name is Khan merupakan film tentang cinta yang dibalut dengan isu tentang islamophobia. Walaupun mengangkat isu yang berat dan sensitif, Johar mampu mengemas film tersebut secara ringan hingga mudah untuk penonton saksikan.



Simak Video "Kuasa Hukum Bantah Anak Shah Rukh Khan Pakai Narkoba"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/ass)