Sandiaga Uno Optimis Perfilman Tanah Air Bangkit Berkaca dari Krisis AS

Tim detikcom - detikHot
Jumat, 05 Mar 2021 11:45 WIB
Akhirnya, bioskop di Jakarta kembali diperbolehkan untuk buka. Hal ini sesuai dengan keputusan Pemprov DKI Jakarta untuk kembali melonggarkan PSBB.
Industri film Indonesia optimis bangkit lagi / Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta -

Seperti banyak sektor yang terdampak pandemi, dunia perfilman juga terkena dampaknya. Sudah setahun belakangan, bisnis perfilman di antaranya bioskop tak banyak beroperasi.

Hal ini turut menjadi perhatian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno. Dalam audiensi dengan Komunitas Bisnis Film Bioskop di Balai Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (4/3/2021), Sandiaga Uno menyampaikan dukungannya agar industri perfilman Tanah Air kembali bangkit.

Sandi meyakini, situasi yang dialami bisnis perfilman seperti sekarang akan membaik. Sandiaga Uno berkaca dari situasi krisis ekonomi di AS yang pernah terjadi di tahun 1930-an.

Kala itu, Amerika Serikat tengah mengalami depresi ekonomi. Sepuluh tahun berlalu, perekonomian yang semula terpuruk justru terselamatkan dari sektor pariwisata.

Sandiaga Uno menyebutkan ada lebih dari 80 juta warga Amerika Serikat yang memenuhi Hollywood yang menjadi pusat seni pertunjukkan ketika itu.

"Saat terjadi krisis (ekonomi) Great Depression di Amerika pada era tahun 1930. Kebangkitan ekonominya ditandai dengan 80 juta orang berduyun-duyun nonton ke bioskop, tahun 1930-an Hollywood malah berjaya karena krisis," papar Sandiaga Uno.

Dalam audiensi yang juga dihadiri oleh sejumlah sutradara hingga aktor dan aktris papan atas perfilman nasional, antara lain Joko Anwar, Angga Sasongko, Mira Lesmana, Shanty Harmayn juga Wakil Menparekraf, Angela Tanoesoedibjo itu, Sandiaga juga makin optimis melihat pertumbuhan jumlah penonton yang kian bertambah sejak 2015.

Pada tahun 2015, jumlah penonton tercatat ada sebanyak 16 juta orang. Jumlah tersebut pun terus melonjak dua kali lipat, yakni 36 juta orang pada tahun 2016.

Begitu juga dengan jumlah penonton pada tahun 2017 hingga 2019 yang naik secara simultan, yakni 42 juta orang pada tahun 2017, 48 juta orang pada tahun 2018 dan 58 juta orang pada tahun 2019.

"Kini (perhitungan) penonton Film Indonesia sudah melampaui populasi satu negara Inggris, saya yakin sampai 2025 akan tembus 100 juta penikmat film Indonesia on and offline," harap Sandiaga Uno.

"Film Indonesia semakin jadi tuan rumah di negeri sendiri," ujarnya.

Dirinya berharap pandemi COVID-19 tidak membatasi ruang kreasi, tetapi justru memicu kreativitas untuk mengubah keterbatasan menjadi peluang usaha.

"Dibanding menunggu perubahan itu terjadi, lebih baik Gercep, Geber dan Gaspol, jemput dan kejar peluang ini. Apalagi ada lebih dari 39.000 pekerja kreatif subsektor film, animasi dan video," tutur Sandi.



Simak Video "Jadi Ketua Komite FFI, Reza Rahadian Ingin Perbaiki Sistem Penjurian"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/pus)