Mauli Bulung Bawa Kisah Tradisi Kematian Batak

Devy Octafiani - detikHot
Rabu, 03 Mar 2021 20:42 WIB
Mauli Bulung
Mauli Bulung / Foto: (dok.ist)
Jakarta -

Film terbaru berjudul Mauli Bulung tengah bersiap untuk digarap. Film garapan rumah produksi Temata ini membawa kisah yang mengambil dari tradisi dan budaya Batak, Sumatera Utara.

Film ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) lewat pemilihan naskah terbaik keluaran "SCENE 2020", program masterclass pengembangan skenario Film dan TV yang digelar Kemenparekraf pada Oktober 2020.

"Awalnya, Kemenparekraf mencari rumah produksi yang cocok untuk menggarap naskah penulis daerah. Setelah proses diskusi dan penilaian oleh Kemenparekraf, akhirnya kami bisa memilih salah satu naskah terbaik hasil dari workshop. Kami sendiri juga punya inisiatif serupa dengan Kemenparekraf, namanya Temata Locals, yaitu kegiatan edukasi dan produksi film yang melibatkan filmmaker daerah atau filmmaker yang mengangkat tema Indonesia," jelas Rahabi Mandra Direktur Produksi Film dan Serial Temata Studios dalam pernyataan yang diterima detikcom.

Film Mauli Bulung bercerita tentang sosok laki-laki muda bernama Kevin yang baru saja ditinggalkan nenek tercintanya meninggal. Yang menarik, kepergian ini dianggap menjadi kematian paling diidam-idamkan dalam tradisi Batak, disebut dengan saur matua mauli bulung, yaitu saat sosok tertua di keluarga meninggal duluan dari anak dan cucunya yang sudah menikah.

Menurut tradisi Batak, kematian ini tidak boleh ditangisi, melainkan harus dirayakan dengan keluarga besar. Di balik peristiwa inilah, akan terungkap beragam konflik antara Kevin dan keluarganya saat melepaskan kepergian nenek tercinta. Skenario ini ditulis oleh penulis asal Medan, Dr. Immanuel Gintings.

"Kisah Mauli Bulung menarik karena mengangkat domestic issue yang kental dengan adat-istiadat. Cerita keluarga itu biasanya terasa dekat dengan banyak kalangan, jadi kami cukup mantap menggarap film yang bisa menyerap audiens secara luas. Selain itu, di film ini kami ingin mengekspos keindahan Danau Toba, ini juga sejalan dengan misi Kemenparekraf untuk menjadikan Danau Toba sebagai salah satu 10 Destinasi Bali Baru," lanjut Rahabi Mandra.

Film Mauli Bulung direncanakan akan memulai tahap pra-produksi pada April dan syuting pada Agustus, dengan target tayang pada Desember 2021. Salah satu aktor pengisi film ini adalah Teuku Rifnu Wikana, yang pernah membintangi Night Bus yang juga digarap oleh Rahabi Mandra sebagai penulis skenario, dan memenangkan enam penghargaan di ajang Festival Film Indonesia 2017.



Simak Video "Cerita di Balik Ramai-ramai Posting 'Surat untuk Presiden'"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/tia)