Wawancara Eksklusif!

Raya and the Last Dragon Jadi Produksi Pandemi Disney, Semua Dikerjakan dari Rumah!

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Kamis, 28 Jan 2021 15:48 WIB
Raya seeks the help of the legendary dragon, Sisu. Seeing what’s become of Kumandra, Sisu commits to helping Raya fulfill her mission in reuniting the lands. Featuring Kelly Marie Tran as the voice of Raya and Awkwafina as the voice of Sisu, Walt Disney Animation Studios’ “Raya and the Last Dragon” will be in theaters and on Disney+ with Premier Access on March 5, 2021. © 2021 Disney. All Rights Reserved.
Raya and the Last Dragon dikerjakan dari rumah. Tantangan banget buat tim animasi Disney. (Foto: DISNEY/Disney)
Jakarta -

Pandemi Corona menghantam dunia persis ketika tim Walt Disney Animation Studios baru memulai produksi Raya and the Last Dragon. Efek lockdown membuat semua proses produksi film ini dikerjakan dari rumah.

Semua adegan yang ditampilkan dalam trailer Raya and the Last Dragon yang dirilis Walt Disney Animation Studios baru-baru ini adalah hasil dari work from home, lo! Ya tentu saja filmnya juga.

Tentu saja ini jadi tantangan besar buat para animator yang mengerjakan Raya and the Last Dragon di Walt Disney Animation Studios. Bagaimana mereka yang terbiasa bekerja dengan fasilitas kantor yang tentu mempermudah dalam mengerjakan adegan demi adegan animasi, kini harus berpindah ke komputer di rumah dan sangat bergantung pada iPad dan koneksi internet.

"Rasanya seperti ada energi yang hilang karena tim biasanya ada di ruangan yang sama, berdiskusi, menunjuk ke layar (saat preview adegan), dan tiba-tiba semua seperti hilang," ujar Adolph Lusinsky, Director of Cinematography-Lighting buat Raya and the Last Dragon saat berbincang dengan detikcom baru-baru ini.

Berada di ruangan yang sama dan memastikan bahwa semua tim pencahayaan melihat warna yang sama di layar adalah hal yang sudah jadi kebiasaan Adolph Lusinsky dan tim dalam proses produksi film animasi. Namun kini semua harus dilakukan lewat Zoom.

Tantangan terbesarnya adalah bagaimana dirinya bisa memastikan bahwa semua orang di tim ada di halaman yang sama soal warna yang tampil di layar masing-masing.

"Kami terpacu buat mencari cara untuk, misalnya, melihat hasil warna dan pencahayaan adegan filmnya dari rumah dan kami memutar otak, gimana caranya agar kita semua melihat hal yang sama, melihat warna yang sama. Kami lalu tahu bahwa iPad ternyata adalah perangkat terbaik buat melakukan itu," lanjut Adolph.

Raya seeks the help of the legendary dragon, Sisu. Seeing what's become of Kumandra, Sisu commits to helping Raya fulfill her mission in reuniting the lands. Featuring Kelly Marie Tran as the voice of Raya and Awkwafina as the voice of Sisu, Walt Disney Animation Studios' Meski dikerjakan dari rumah, animasi Raya and the Last Dragon tetap mulus dan sempurna. Foto: DISNEY/Disney

Paul Felix, Production Designer untuk Raya and the Last Dragon bersyukur bahwa peralatan sederhana yang dimiliki oleh masing-masing tim animator bisa berfungsi dengan baik. Sehingga ketika dicek ke layar besar buat produk final filmnya, tak terlalu banyak warna yang melenceng dari konsep.

"Ketika kami kembali ke studio buat melakukan pengecekan warna buat film ini, kami harus melihatnya di layar besar karena itu adalah produk finalnya. Melihat betapa detail dan kaya warna di layar, yang selama ini hanya dilihat di iPad, benar-benar menakjubkan. Bagaimana hasilnya begitu kaya di layar," beber Paul.

Satu hal yang juga dirasakan oleh Paul Felix dan Adolph Lusinsky dari mengerjakan film animasi Raya and the Last Dragon dari rumah adalah soal rasa empati. Mereka jadi bisa lebih menghargai usaha masing-masing animator buat mengerjakan proyek ini berbarengan dengan mengurus urusan rumah dan anak.

Jika tak ada aral-melintang, Raya and the Last Dragon tayang di bioskop Indonesia Maret 2021.

(aay/wes)