Podcast Penonton Bayaran: Plus Minus Film Live Action Mulan

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Kamis, 10 Des 2020 19:04 WIB
Podcast Penonton Bayaran episode Mulan.
Foto: dok. detikcom
Jakarta -

Adaptasi Mulan ke live-action sejak awal sudah menimbulkan pro dan kontra. Bagaimana dua host Podcast Penonton Bayaran detikcom menilai film baru yang disutradarai Niki Caro ini?

Live-action Mulan (2020) jadi film yang diulas di episode baru Podcast Penonton Bayaran. Bisa didengarkan di bawah ini:

Ceritanya masih sama dengan versi animasi. Meski ada beberapa bagian yang berbeda dengan film tahun 1998 yang sudah punya basis penggemar garis keras itu. Mulan versi live-action 2020 ini tidak menampilkan Mushu dan tidak juga diproduksi sebagai musikal.

Begini sinopsis Mulan dalam adaptasi barunya.

Kerajaan China mendapat ancaman dari pasukan Rouran yang dipimpin Bori Khan (diperankan Jason Scott). Ancaman serangan itu membuat Raja (diperankan oleh Jet Li) memerintahkan seluruh anak laki-laki di penjuru negeri untuk dikumpulkan dan dilatih buat menghadapi para Rouran.

Hua Zhou (diperankan Tzi Ma) tidak punya anak laki-laki, dia punya dua anak perempuan yaitu Mulan (diperankan oleh Liu Yifei) dan Xiu, sehingga dia memilih untuk kembali ke medan perang.

Mulan tidak ingin ayahnya kembali bertempur melawan musuh. Dia pun menggantikan sang ayah dengan menyamar menjadi laki-laki bernama Hua Jun. Dari situ cerita kemudian berjalan seperti halnya di film animasi.

Plus dan minus dari Mulan versi live-action dibeberkan juga dalam Podcast Penonton Bayaran episode ini. Juga sedikit perbandingan antara versi animasi tahun 1998 dan bagaimana perbedaan perasaan menonton film yang akhirnya batal tayang di bioskop ini.

Podcast Penonton Bayaran detikcom bisa didengarkan di berbagai platform streaming podcast seperti Spotify, Anchor, Google Podcast, dan Apple Podcasts.

Mulan bisa disaksikan di Disney+ Hotstar.

(aay/mau)