Mulan: Berkenalan Lagi dengan Si Gadis Pejuang

Candra Aditya - detikHot
Sabtu, 05 Des 2020 19:44 WIB
Film Mulan Mendapat Seruan Boikot Terkait Perlakuan Muslim Uyghur di China
Salah satu adegan di film live-action Mulan (Foto: Disney via ABC Australia)
Jakarta -

Ada dua kategori remake live-action Disney yang didasarkan film-film animasi mereka. Ada yang setia seperti Cinderella, The Jungle Book, Beauty and the Beast, Aladdin dan The Lion King. Ada yang dibuat dengan lebih edgy seperti Alice in Wonderland dan Maleficent.

Mulan, remake live-action terbaru Disney yang dirilis spesial di Disney+ Hotstar, masuk ke kategori kedua. Keputusan ini dibuat mungkin karena mereka ingin market China (market film Hollywood terbesar) lebih suka dengan versi baru ini mengingat respons China terhadap versi animasinya suam-suam kuku.

Jadi kalau Anda berharap Mulan seperti animasinya yang meskipun penuh keseruan tapi tetap hangat, kocak dan menyenangkan, silahan dikubur ekspektasi tersebut. Mulan versi terbaru dibuat agak lebih serius dari kebanyakan film remake live action Disney yang lain. Tidak ada Mushu di sini. Dan tidak ada adegan dimana Mulan tiba-tiba menyanyikan Reflection, lagu Christina Aguilera yang sudah kadung menjadi ikonik dengan film ini.

Tapi secara garis besar Mulan tetap sama. Ada gadis bernama Mulan (Liu Yifei) yang terpaksa menyamar menjadi laki-laki ketika negara sedang terancam oleh musuh, Bori Khan (Jason Scott). Setiap keluarga harus mengirim satu anak laki-laki untuk membela negara dan Hua Zhou (Tzi Ma) tidak memiliki anak laki-laki untuk dikirim.

Dalam prolognya kita melihat Mulan (Cyrstal Rao sebagai Mulan muda) memiliki kemampuan spesial. "Chi"-nya terang benderang. Tapi lahir sebagai perempuan, Mulan dianggap sebagai trouble maker. "Chi"-nya yang terang benderang harus ditutupi supaya dia bisa memenuhi perannya sebagai perempuan: menikah dan memiliki keturunan. Kelak dia akan tahu bahwa "chi"-nya yang powerful akan menuntunnya ke jalan kemenangan.

Film Mulan Live Action 2020Gong Li sebagai Xianniang di Film Mulan Live Action 2020 Foto: Walt Disney Studios via IMDb.

Ditulis oleh empat orang (Rick Jaffa, Amanda Silber, Lauren Hynek dan Elizabeth Martin), Mulan yang terbaru masih memiliki roh yang sama dengan animasinya meskipun tone-nya jauh lebih serius. Mushu, si naga yang di versi animasinya menjadi comedic relief, hilang dan digantikan oleh phoenix yang kadang muncul. Selain geng Rouran yang menjadi antagonis utama, Mulan versi baru juga menghadirkan Xianniang (Gong Li), seorang penyihir sakti yang menjadi anti-thesis dari Mulan. Dalam satu adegan klimaks yang menggebu, kedua karakter ini bertemu. Hadirnya Xianniang dalam Mulan versi baru ini mempertajam gender roles yang dibawa oleh film ini.

Niki Caro tidak begitu memiliki kemampuan yang bombastis dalam menghadirkan adegan laga yang spektakuler. Editing-nya compang-camping. Untuk ukuran film yang memiliki unsur martial arts, adegan laga yang hadir kurang impresif. Tapi Caro membalasnya dengan sentuhan drama yang kuat. Kegamangan dan kegalauan yang karakter utamanya rasakan menjadi spotlight utama film ini. Dan hal tersebut yang menjadikan perjalanan emosional Mulan terasa memuaskan meskipun penonton sudah familiar dengan cerita ini.

Secara presentasi, Mulan sangat megah. Bahkan kalaupun Anda menyaksikan di televisi, Anda bisa merasakan betapa megahnya film ini bila disaksikan di kegelapan bioskop. Landscape-nya ditampilkan dengan gagah perkasa. Warna-warna mentereng bermunculan di layar baik dari kostum-kostumnya sampai lokasi-lokasinya. Gerakan kameranya luwes. Dari awal Mulan lari-larian mencoba menangkap ayam sampai final battle.

Satu hal yang hilang dari Mulan versi terbaru adalah pesan universalnya bahwa "siapapun bisa menjadi Mulan". Penggunaan "chi" dalam film ini membuat Mulan versi terbaru tidak ada bedanya dengan Harry Potter atau bahkan Star Wars bahwa Mulan adalah gadis terpilih. Padahal versi aslinya adalah sebuah legenda tentang gadis biasa yang berjuang demi membawa kehormatan keluarganya. Mulan versi baru memang lebih mahal tapi bukan berarti dia lebih baik.

Mulan dapat disaksikan di Disney+ Hotstar.

-

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.

(aay/aay)