Ini Mulan yang Beda, Tak Ada Adegan Potong Rambut Pakai Pedang

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Jumat, 04 Des 2020 18:52 WIB
Film Mulan Live Action 2020
Foto: Walt Disney Studios via IMDb.
Jakarta -

Nggak semua orang menyukai film live-action Disney yang diadaptasi dari versi animasinya. Begitu juga dengan live-action Disney Mulan yang akhirnya kini bisa disaksikan streaming di Disney+ Hotstar di Indonesia mulai Jumat (4/12/2020).

Film-film live-action Disney, sebagaimana versi animasinya, diproduksi untuk bisa dinikmati segala usia terlebih anak-anak. Tidak terkecuali film yang disutradarai oleh Niki Caro ini.

Walaupun Mulan menampilkan adegan berkelahi dan perang, jangan harap adegannya akan berdarah-darah seperti adegan peperangan di Game of Thrones misalnya. Mungkin itu jadi salah satu hal yang membuat adegan pertempuran antara Prajurit Kerajaan (Mulan dan kawan-kawan) dan pasukan Rouran yang dipimpin Böri Khan jadi terasa hambar.

Tidak ada Mushu, tidak ada jangkrik pembawa keberuntungan, tidak ada adegan potong rambut dengan pedang, tidak ada adegan nyanyi-nyanyi sambil latihan pedang dan bela diri. Mulan versi live-action menghadirkan visualisasi berbeda dari versi animasinya.

Hal-hal yang disampaikan dalam lagu di versi animasi diterjemahkan ke dialog-dialog antar karakter. Seperti ketika Commander Tung memimpin latihan pedang sebagai easter egg dari lagu I'll Make A Man Out Of You atau ketika Mulan dan teman-temannya sedang membicarakan tipe perempuan impian mereka. Disney bahkan memberi satu karakter prajurit nama Cricket buat mempertahankan si jangkrik pembawa keberuntungan di film animasinya.

Yang pasti tidak ada Li Shang juga. Alih-alih Li Shang, karakter komandan perang itu dalam film ini terbagi jadi dua orang: Commander Tung (diperankan oleh Donnie Yen) dan Honghui (diperankan oleh Yoson An). Mulan yang dalam versi live-action diperankan oleh Liu Yifei menaruh perasaan pada Honghui yang diperlihatkan tipis-tipis.

Yoson An sebagai Honghui dalam Mulan (2020)Yoson An sebagai Honghui dalam Mulan (2020) Foto: dok. Disney

Cerita Mulan versi live-action masih sama dengan yang versi animasi, kecuali beberapa hal yang sudah disebutkan di atas dan ditambah elemen Phoenix dan kehadiran sosok penyihir bernama Xianniang yang memberi kontras pada karakter Mulan.

Kerajaan China mendapat ancaman dari pasukan Rouran yang dipimpin Böri Khan (diperankan Jason Scott). Ancaman serangan itu membuat Raja (diperankan oleh Jet Li) memerintahkan seluruh anak laki-laki di penjuru negeri untuk dikumpulkan dan dilatih buat menghadapi para Rouran. Hua Zhou (diperankan Tzi Ma) tidak punya anak laki-laki, dia punya dua anak perempuan yaitu Mulan dan Xiu, sehingga dia memilih untuk kembali ke medan perang. Mulan tidak ingin Ayahnya kembali bertempur melawan musuh, dia pun menggantikan sang Ayah dengan menyamar menjadi laki-laki bernama Hua Jun.

Mulan diharuskan untuk menutupi identitasnya dan berusaha menguasai chi yang membuncah dalam dirinya. Dalam perjalanan cerita, seperti halnya versi animasi, Mulan pun menemukan jati dirinya. Perlahan-lahan, dan atas bantuan tipis-tipis dari Xianniang, seorang penyihir terasing yang berkomplot dengan Böri Khan, Mulan pun tidak lagi berusaha menutupi identitasnya sebagai seorang perempuan petarung.

Film Mulan Live Action 2020Film Mulan Live Action 2020 Foto: Walt Disney Studios via IMDb.

Tanpa memaksakan untuk jadi suguhan musikal seperti versi animasinya, live-action Mulan masih bisa dinikmati untuk disaksikan bersama keluarga (perlu diingat film ini diberi rating PG-13). Usaha Disney menyelipkan banyak elemen dari versi animasi, agar jadi lebih masuk akal ketika karakter-karakter dalam film tahun 1998 itu diperankan oleh manusia terbilang oke. Dan hal itu juga memberikan sedikit efek nostalgia buat mereka yang suka film animasinya.

Walau pada akhirnya mungkin akan tetap ada penonton yang memilih untuk lebih suka Mulan versi animasi, tapi Mulan versi live-action ini sebenarnya nggak jelek, kok.

Coba juga nonton live-action Mulan dalam versi yang sudah di-dubbing dalam Bahasa Indonesia. Cukup memberikan pengalaman baru tapi juga sedikit kenangan buat yang dulu suka nonton film-film Hong Kong di TV tahun 90-an.

(aay/nu2)