5 Fakta Film Story of Kale

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Minggu, 08 Nov 2020 07:05 WIB
Story of Kale
Story of Kale / Foto: (dok. Visinema Pictures)
Jakarta -

Spin-off dari film Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini, Story of Kale, cukup menjadi sorotan. Film yang diperankan oleh Ardhito Pramono dan Aurelie Moeremans itu berkisah tentang cinta dari sudut pandang yang berbeda.

Story of Kale mengisahkan tentang sisi terburuk dari cinta sepasang anak muda yang berujung jadi tak sehat. Berikut beberapa fakta dari film Story of Kale arahan sutradara Angga Dwimas Sasongko:

1. Menampilkan kisah cinta yang berbeda

Film Indonesia selalu identik dengan kisah cinta dalam berbagai versi. Mulai dari kisah cinta remaja di SMA sampai hubungan orang dewasa antara pria alim dan perempuan berhijab. Tidak jarang kisah cinta dalam film Indonesia berjalan dan berakhir manis.

Story of Kale menawarkan sisi yang berbeda. Cerita film ini menghadirkan kisah cinta yang cenderung pahit yang berujung tak sehat dan beracun. Lebih detail lagi pembahasan soal film Story of Kale bisa didengarkan di Podcast Penonton Bayaran detikcom di bawah ini:

2. Jadi korban pembajakan

Film Story of Kale menjadi korban pembajakan. Film ini memang dirilis eksklusif buat ditayangkan streaming di Bioskop Online sehingga mudah diakses oleh siapa saja yang memiliki koneksi internet dan gadget buat menonton. Namun sayangnya film ini tidak lepas dari tangan-tangan jahil.

Kini kasus pembajakan tersebut sudah dilaporkan oleh rumah produksi Visinema kepada pihak kepolisian. Sebagai usaha rumah produksi tersebut melawan pembajakan.

3. Menguak sosok Kale lebih dalam

Kale pertama kali diperkenalkan lewat Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini. Penonton film tersebut rupanya penasaran dengan latar belakang kisah dari karakter yang diperankan oleh Ardhito Pramono tersebut. Sehingga di Story of Kale, cerita masa lalu Kale pun kemudian dibeberkan lebih dalam.

Kale yang disaksikan penonton dalam Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini merupakan Kale yang telah menjalani hubungan tak sehat dengan Dinda di Story of Kale.

4. Mengangkat isu dan pesan penting

Meski banyak film Indonesia tentang cinta, namun tidak banyak film yang mengangkat isu tentang pahitnya cinta dalam toxic relationship. Isu tentang toxic relationship itulah yang ingin diangkat lewat Story of Kale lewat adegan-adegan di dalam filmnya.

Tidak hanya itu, film ini juga menjadi sebuah media buat sang penulis skenario yakni M Irfan Ramli untuk menyuarakan soal pentingnya mencintai diri sendiri.

5. Syuting di tengah pandemi

Yang unik dari film Story of Kale adalah scene yang minim. Karena syuting di tengah pandemi, tidak banyak lokasi yang ditampilkan dalam film ini. Kisah dan dramanya hanya berkutat pada karakter-karakter yang juga tidak terlalu banyak seolah disesuaikan dengan proses syuting di tengah pandemi.

M Irfan Ramli menyebut bahwa momen pandemi sedikit banyak memberi inspirasi buat film ini. Tentang bagaimana seseorang jadi lebih sering merefleksikan soal hubungan asmaranya, hubungannya dengan lingkungan, dan hubungannya dengan diri sendiri selama pandemi.



Simak Video "Cerita Aurelie Moeremans Pernah Alami Toxic Relationship"
[Gambas:Video 20detik]
(aay/doc)