Enola Holmes: Awal Mula Cerita Si Detektif Perempuan

Tim detikcom - detikHot
Selasa, 06 Okt 2020 18:52 WIB
Enola Holmes
Enola Holmes / Foto: (dok.imdb.)
Jakarta -

Setelah tahun lalu berkenalan dengan detektif Benoit Blanc lewat Knives Out, kali ini kita akan berkenalan dengan Enola Holmes. Sosok Enola, yang dikaitkan dengan Sherlock Holmes, sebetulnya tidak memiliki kaitan seperti pada tulisan asli Sir Arthur Conan Doyle. Namun, karakter Enola digambarkan sebagai saudari Sherlock, sebagaimana karangan menurut Nancy Springer.

Enola, yang diperankan oleh Millie Bobby Brown, merupakan perempuan termuda di keluarga Holmes. Ia tumbuh menjadi seseorang yang independen, dan juga pintar, cerdas sama seperti saudara-saudaranya. Di hari ulang tahun ke 16, Ia menyadari jika Ibunya, Eudora, yang diperankan oleh Helena Bonham Carter, menghilang. Lewat hadiah berupa stationary yang diberikan, Enola berupaya memecahkan misteri untuk mencari sang Ibu. Dan di sinilah cerita akan berawal.

Tayang di Mola TV, film dengan 123 menit ini akan menghadirkan sebuah petualangan misteri yang cukup menarik. Tidak biasanya cerita misteri selalu unggul dengan kesan sosok maskulin. Di sini, lewat sosok perempuan, Enola seakan memperlihatkan bila Ia juga memiliki kemampuan yang sama, sama-sama hebat, sebagai seorang aspiring detective.

Dari sisi cast, jajaran film ini terbilang cukup oke. Millie Bobby Brown yang menjadi sentral utama di film ini sudah duluan populer lewat series Stranger Things. Di sisi pendukung ada nama-nama seperti Henry Cavill, Sam Claflin, hingga Helena Bonham Carter, yang seharusnya bisa menjadi jaminan dari sisi akting.

Sebetulnya, film ini akan dirilis tahun melalui Warner Bros, dan mengingat adanya pandemi, sehingga film ini dirilis melalui Netflix. Walaupun dibuat sebagai sebuah kelanjutan yang tidak official, film ini merupakan hasil adaptasi dari seri The Enola Holmes Mysteries, yang ditulis Nancy Springer. Seri ini terdiri dari 6 buku yang telah dirilis sejak tahun 2006-2010. Di film pertama ini, ceritanya sendiri diambil dari seri buku pertamanya, The Case of Missing Marquees, yang kemudian diadaptasi menjadi naskah oleh penulis Jack Thorne. Maka tentu tidak akan heran, bila nantinya film ini sukses, tentu akan ada kelanjutan cerita Enola berikutnya. Strategi yang selalu digunakan para studio film besar, walaupun kenyataan tidak selalu berhasil. Buktinya seperti franchise Lemony Snicket ataupun The Chronicles of Narnia yang tidak diteruskan hingga selesai.

Film ini merupakan feature debut sutradara Harry Bradbeer, yang sebelumnya sudah dikenal lewat series seperti Fleabag dan Killing Eve. Bradbeer menyajikan suatu tontonan padat dialog dengan tempo yang cukup cepat. Secara produksi, tema young adult begitu terasa di sepanjang film, juga dengan produksi dan visual yang menawan, yang menggambarkan setting Inggris jaman lampau.

Dari segi cerita, tentu kita tidak dapat menyamakan cerita yang ditawarkan film ini dengan kisah-kisah detektif lainnya. Karakter Enola yang masih muda seakan menargetkan penonton untuk usia muda, mengingat teka-teki yang dihadirkan terasa mudah untuk dipahami. Enola Holmes setidaknya bisa menjadi sebuah tontonan yang menyenangkan untuk ditonton bersama keluarga.



Simak Video "Louis Partridge, Si Tewksbury yang Curi Perhatian di 'Enola Holmes'"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/doc)