Film Biopik Buya Hamka Jadi Kenangan Terakhir Ade Firman Hakim

Devy Octaviany - detikHot
Senin, 14 Sep 2020 20:55 WIB
Aktor Ade Firman Hakim ternyata pernah punya pengalaman sesat di dunia media sosial. Pengalaman tersebut adalah sempat punya akun palsu (fake account) yang digunakan untuk membantu temannya yang dibully atau mengetahui aktivitas medsos orang lain (stalking).


Beruntung, Ade cepat sadar dengan segera menghapus akun palsu tersebut. Ade juga menyusun kembali prioritasnya dalam menggunakan medsos untuk menghindari kesalahan serupa. Penyusunan prioritas memungkinkan medsos memberi manfaat maksimal bagi penggunanya.

Aku pilih medsos untuk kerja, jadi tidak lagi bikin akun palsu buat kepo atau bantu temen yang dibully. Kita harus tahu tujuan bermedsos supaya tidak tersesat dan ada manfaatnya untuk diri sendiri, kata nominasi Pemeran Pembantu Pria Terpuji Kategori Film di Festival Film Bandung 2017.

baca juga

Penetapan tujuan juga memungkinkan Ade bermedsos dengan tenang dan tetap menjadi diri sendiri, termasuk saat menghadapi komen negatif. Ade memilih tidak langsung menanggapi komen tersebut. Dia memilih diam dan memastikan kesiapan mentalnya terlebih dulu sebelum menghadapi berbagai jenis komentar.

Bila memungkinkan, Ade tak segan mengajak pemberi komen buruk bertatap muka langsung. Komunikasi ini bisa menjelaskan dan menyelesaikan masalah yang muncul.    

baca juga
Foto: Rosmha Widiyani/detikHealth
Jakarta -

Ade Firman Hakim meninggal dunia karena mengidap gejala COVID-19. Penampilannya sebagai aktor meninggalkan kesan khusus.

Hal ini diungkapkan oleh sutradara Fajar Bustomi yang bekerja sama dengan Ade Firman Hakim lewat film Buya Hamka. Kepergian Ade Firman Hakim menjadi kabar yang tak disangka oleh pria yang juga dikenal sebagai sutradara trilogi Dilan ini.

"Masih agak kaget beliau sudah meninggal. Iya beliau berperan sebagai Karta (di film Buya Hamka)" ungkap Fajar Bustomi lewat sambungan telepon.

Karta merupakan salah satu sahabat Buya Hamka. Dalam kisah hidup sang ulama, sosok Karta turut mengantarkan Buya Hamka saat pergi haji pertama kali.

Bagi Fajar Bustomi, Ade Firman Hakim tak hanya piawai berperan di depan kamera, secara personal, almarhum juga dikenang Fajar Bustomi sosok yang baik di luar kamera.

"Beliau aktor yang total sekali dalam berkarya. Pribadinya juga baik sekali," sambung Fajar Bustomi.

Sang sutradara berharap, biopik Buya Hamka dapat menjadi kenangan terakhir dari sosok Ade Firman Hakim di layar lebar. Bagi Fajar Bustomi, meninggalnya Ade Firman Hakim menjadi kesedihan yang cukup dalam sebab almarhum belum berkesempatan menyaksikan film tersebut sebelum akhirnya berpulang ke Yang Maha Kuasa.

"Sedih banget beliau begitu cepat menghadap yang Kuasa. Belum sempat menontonkan film Buya Hamka ke beliau," tukas Fajar Bustomi

Biopik ini direncanakan akan rilis di layar lebar tahun depan jika tak ada aral melintang. Dalam film tersebut, Ade Firman Hakim beradu peran dengan sederet aktor-aktor Indonesia lainnya.

Di antaranya Vino G Bastian, Laudya Cynthia Bella, Desy Ratnasari, Donny Damara, Ayu Laksmi juga Ayudia Bing Slamet dan Mawar de Jongh.

(doc/aay)