Proses Panjang di Balik Sebuah Skenario Film yang Menarik

Devy Octaviany - detikHot
Kamis, 10 Sep 2020 18:23 WIB
Milea suara dari dilan
Foto: Max Pictures
Jakarta -

Film memiliki rangkaian proses panjang hingga bisa tayang di layar lebar. Sebuah film yang bagus dan menarik tak hanya bersandar dari sutradara atau aktor dan para pemainnya.

Skenario atau naskah cerita menjadi elemen penting bagi sebuah film. Sutradara Fajar Bustomi mengungkapkan, skenario dalam sebuah film menjadi semacam cetak biru atau acuan dalam menggarap sebuah film.

Untuk menggarap sebuah cerita yang bagus dan menarik bahkan dibutuhkan proses penulisan skenario yang juga tak singkat.

"Makanya kalau persiapan film lama, karena dia develop skripnya dulu. Kayak Milea itu butuh skenario yang pas itu sampai dua tahun ditulisnya," ungkap sutradara di balik trilogi Dilan ini.

Sedikit informasi, sebuah skenario melalui tahapan layaknya sebuah proposal. Ia tak hanya bisa diterima langsung sekali jadi kemudian dinilai pas langsung dilakukan produksi syutingnya.

"Taruhlah setahun ada 12 bulan, sementara biasanya penulis skenario bisa 3 bulanan kerjanya. Sebulan nyusun draft awal kemudian revisi. Bahkan ada yang sampai setahun ngerjain satu skenario," ungkap Fajar Bustomi.

Jumlah penulis di indonesia dinilai masih kurang. Tak jarang, satu orang penulis skenario kemudian harus mengerjakan beberapa skenario lain di satu waktu.

"Film Indonesia aja setahun bisa sampai 200 film, itu belum dijadwalin yang tayang. Nah kalau saya lihat sekarang, jumlah penulis skenario tuh belum sebanyak itu," ungkap Fajar Bustomi.

Untuk menyetarakan dengan produksi film Indonesia yang kini makin menggeliat, Fajar Bustomi menilai, membutuhkan jumlah penulis yang setara dengan produksi film Tanah Air yang mencapai ratusan tiap tahunnya.

"Butuh 5 sampai 7 kali lipat lagi untuk jumlah penulis skenario. Porsi penulis di industri ini saya kira masih 10 sampai 20 persen aja jumlahnya dari yang dibutuhkan perfilman kita," tukas sang sutradara.

(doc/ron)