Potret Tragis Robin Williams di Akhir Hayat

Nugraha - detikHot
Sabtu, 08 Agu 2020 22:31 WIB
LOS ANGELES, CA - JANUARY 07:  Presenter Robin Williams speaks during the 35th Annual Peoples Choice Awards held at the Shrine Auditorium on January 7, 2009 in Los Angeles, California.  (Photo by Kevork Djansezian/Getty Images for PCA)
Cerita Robin Williams dibuat film dokumeter Foto: Kevork Djansezian
Jakarta -

Kematian tragis Robin Williams masih dirasakan oleh para penggemar di seluruh dunia. Kini ada sebuah film dokumenter baru tentang sang aktor.

Dokumeter tersebut dibuat oleh orang-orang terdekatnya. Mereka yang bekerja dengannya selama hari-hari terakhirnya akan memberikan gambaran kepada penggemar tentang apa yang sebenarnya diperjuangkan oleh sang aktor.

Film dokumenter itu berjudul Robin's Wish. Di sana juga bakal memberikan penggemar pandangan yang sangat pribadi tentang Robin.

Robin Williams dikisahkan masih terus menghibur para penggemar. Padahal, kala itu ia tengah berjuang melawan Lew Body Dementia, penyakit yang diidapnya.

Istri Robin, Susan Schneider Williams, sutradara Night at the Museum Shawn Levy, dan lebih banyak lagi ikut tampil dalam film itu.

Pada satu titik, Levy ingat bahwa ada sesuatu yang salah dengan Robin selama mereka mengerjakan film ketiga, Night at the Museum: Secret of the Tomb.

"Film terakhir, jelas bagi kami semua di lokasi syuting bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan Robin," kata Levy.

"Saya ingat dia berkata kepada saya, 'saya tidak tahu apa yang terjadi, saya merasa bukan saya lagi'."

Segalanya mulai menjadi lebih jelas setelah Susan Schneider melihat laporan dokter. Ia mengungkapkan apa yang dihadapi Robin sebelum meninggal.

"Saya dipanggil untuk memeriksa laporan Coroners, dan itu adalah awal dari pemahaman apa yang sebenarnya terjadi. Suamiku tanpa sadar telah berjuang melawan penyakit yang mematikan," katanya.

Ketua Memory and Aging Center Bruce Miller menjelaskan betapa mengerikannya Lewy Body Dementia, penyakit tersebut.

"Lewy Body Dementia adalah penyakit yang menghancurkan. Ini meningkatkan kecemasan, keraguan diri, menyebabkan delusi yang tidak pernah ada pada seseorang. Hampir setiap bagian otaknya diserang. Dia mengalami dirinya sendiri hancur," katanya.

[Gambas:Youtube]






Simak Video "Kematian Robin Williams Dorong Angka Bunuh Diri di AS"
[Gambas:Video 20detik]
(nu2/nu2)