Kisruh Jual-Beli Piala FFI

Kisruh Jual-Beli Piala FFI

- detikHot
Rabu, 21 Des 2005 16:48 WIB
Kisruh Jual-Beli Piala FFI
Jakarta - Pernyataan produser film 'Detik Terakhir', Shanker BS yang mengatakan ada praktek jual-beli piala Festival Film Indonesia, membuat dewan juri panas. Mereka siap melakukan somasi jika Shanker tak ada bukti. Kabar tak sedap berseliweran usai malam final Festival Film Indonesia (FFI) 2005, Kamis (15/12/2005). Beberapa pemenang yang di luar dugaan memicu pendapat adanya praktek jual-beli piala. Salah satu yang kena sasar adalah aktris Marcella Zalianty si pemilik piala 'Aktris Terbaik'. Kemenangan Marcella lewat film 'Brownies' dianggap sebuah rekayasa pesanan oleh produk sabun yang menjadi sponsor. Di tengah isu yang beredar, produser 'Detik Terakhir', Shanker BS membuat pernyataan yang mengejutkan. Pada sebuah tayangan infotainment Minggu (18/12/2005), bos rumah produksi Indika itu menyatakan dirinya memang pernah ditawari untuk membeli piala FFI dengan harga 30 juta rupiah. Pernyataan itu tentu membuat kuping dewan juri panas. Apalagi Senin (19/12/2005) sebuah infotainment lain kembali menayangkan pernyataan Shanker. Kali ini produser tersebut dengan jelas menyebut untuk pemenang kategori artistik terbaik, dirinya pernah ditawarkan. Demi mengklarifikasi berita dan membersihkan nama baik, dewan juri dan panitia FFI mengadakan pertemuan terbuka dengan Shanker di gedung film, Rabu (21/12/2005). Pertemuan tersebut dihadiri dewan juri (Sarlito Wirawan, Angelina Sondakh, Eros Djarot, Sophan Sopian), ketua pelaksana FFI, (Adi Surya Abdi), ketua penyelenggara FFI (Djohny Safrudin), Humas FFI (Edi Muhtadi) dan Shanker BS (produser film). Pertemuan tersebut berlangsung cukup panas. Dewan juri tampaknya emosi dengan tudingan yang jual-beli piala yang mencoreng kredibilitas mereka. "Saya hendak menantang, apakah Shanker dapat membuktikan omongannya. Kalau tidak mampu membuktikan saya akan somasi dan melaporkan ke pihak kepolisian," tegas Sophan Sopian, salah satu anggota juri FFI dalam diskusi tersebut. Omongan serupa juga dilontarkan oleh dewan juri lainnya. Namun Shanker tak gentar, ia mengaku tak pernah mengeluarkan pernyataan yang berbau fitnah itu. Pernyataan adanya jual-beli piala Citra menurut Shanker berasal dari narasi infotainment yang menayangkan. Ia juga membenarkan dirinya pernah mendapat penawaran, tapi bukan dari dewan juri. Ia dihubungi oleh humas FFI bernama Edi Muhtadi yang mengatakan sebuah rumah produksi lain sudah bersedia membeli piala Antemas (piala untuk penjualan terbanyak). Bukti pembicaraan yang dilakukan sebelum malam final FFI tak disimpan Shanker. Namun produser yang yakin aktrisnya pantas menang FFI itu mengaku menyimpan pembicaraan dengan Edi sehari setelah penganugerahan FFI. Bukti tersebut dianggap tidak valid karena tidak berisi pernyataan transaksi jual-beli. Tak juga bisa memberi bukti lainnya, panitia FFI tetap mendesak Shanker untuk mencabut pernyataanya. Jika tidak, maka somasi akan dilayangkan. Shanker akhirnya menyerah dengan pernyataan tersebut. Ia meminta maaf kepada seluruh dewan juri, panitia FFI, dan BP2N, jika ada pernyataannya yang menjurus ke arah fitnah. Setelah permintaan maaf Shanker dewan juri langsung beranjak. Ekspresi tidak puas masih terlihat di wajah mereka. "Kami akan tetap menyelidiki tentang jual beli piala Antemas tersebut. Bukti-bukti tayangan infotainment akan kita periksa lagi. Jika ditemukan adanya rekayasa maka akan kita proses lebih lanjut," ujar Djohny Safrudin ketua penyelenggara FFI 2005. (fta/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads