detikHot

movie

IndoXXI Cs Jadi Beban 2 Kali Lipat untuk Perfilman Indonesia

Selasa, 26 Mei 2020 12:21 WIB Devy Octafiani - detikHot
Gundala Foto: Gundala (dok.Screenplay)
Jakarta -

Kerugian tak semata-mata datang begitu saja karena menyaksikan film lewat situs ilegal. Ada proses panjang yang menjadi alasannya.

Menurut Joko Anwar, proses di balik sebuah produksi film melibatkan banyak hal. Dan prosesnya seringkali tak mudah dan berisiko.

"Beberapa film membutuhkan adegan berbahaya, fighting, action, dsb. Atau butuh medan yg berat. Untuk apa? Untuk memberikan kenikmatan menonton bagi penonton. Walaupun bujet terbatas, tetap kami mau lakukan dengan ikhlas. Kenapa bujet terbatas? Karena kalau mahal gak balik modal," ungkap Joko Anwar.

Baca juga: Setop Streaming IndoXXI Cs! Ini Pesan Joko Anwar

Film Indonesia kesulitan balik modal juga memiliki alasan. Tak dipungkiri, pasar film Indonesia masih terbatas.

Munculnya layanan situs film ilegal sejenis IndoXXI menambah beban tambahan bagi berlangsungnya industri film itu sendiri.

"Kenapa nggak bisa balik modal kalau bujet terlalu besar? Karena pasar film Indonesia masih terbatas, banyak yang nonton tanpa mau membayar," urai Joko.

"Apalagi pasar film Indonesia cuman di Indonesia. Pasar film Amerika seluruh dunia, teman-teman. Sudahlah layarnya terbatas, mau tayang di streaming platform dibajak pula," imbuh sang sutradara ini lagi.

Baca juga: Singgung Penonton di Situs Ilegal, Joko Anwar Ungkap Dampak Pembajakan Film

Seperti banyak bidang dan industri lain, terlebih karena pandemi ini, industri perfilman Indonesia juga mengalami kolaps. Tak sedikit film yang diundur tayang dan berhenti produksi.

Hal ini berdampak pada kru film di lapangan yang akhirnya tak memperoleh pendapatan.




Simak Video "Soal Netflix Diblokir Telkom, Ini Kata Menkominfo Johnny"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/nu2)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com