Kartu Prakerja Dinilai Bukan Solusi Maksimal untuk Pekerja Seni

Nugraha - detikHot
Selasa, 14 Apr 2020 15:21 WIB
1.

Kartu Prakerja Dinilai Bukan Solusi Maksimal untuk Pekerja Seni

Kartu Prakerja Dinilai Bukan Solusi Maksimal untuk Pekerja Seni
Foto: Ilustrasi Kartu Pra Kerja (Tim Infografis: Luthfy Syahban)
Jakarta -

Pemerintah merencanakan para pekerja seni mendapat kartu prakerja. Namun wacana ini dinilai tak akan menjadi solusi paling tepat.

Hal ini disuarakan oleh sutradara Angga Dwimas Sasongko. Ia pun merunutkan bagaimana kartu prakerja ini tak cukup efektif membantu perekonomian pekerja seni khususnya.

Ia menghitung ada dana besar yang tak tepat sasaran kepada para pekerja seni penerima kartu ini.


"Kartu Pra Kerja ini kan memang program pemerintah. Anggarannya dari APBN 2020 sebesar 10T. Itu cerita sendiri. Tapi kemudian ketika stimulus untuk pekerja seni dan kreatif dilebur dari program ini, ya jadi aneh. Pertama, anggarannya kartu Prakerja nambah jadi jadi 20T. Apakah 10T tambahan ini adalah alokasi dari stimulus pandemi yang 405T? Kalo iya, mengapa fund gak dibuat skema BLT aja? Benefitnya lebih jelas karena stimulus ini kan buat individu. Narasinya menggunakan nasib pekerja seni dan kreatif yang mana mereka adalah individu. Benefitnya jadi nggak maksimal dan malah mendatangkan untung untuk beberapa private sector saja," ungkap Angga Sasongko saat dihubungi, Selasa (14/4/2020).

Dikutip lewat detikfinance, pemerintah menyediakan honor bagi penerima kartu prakerja senilai Rp 1 juta setiap bulan selama 3 bulan.