\'9 Naga\' Dicekal
Akal-akalan Publikasi?
Senin, 12 Des 2005 15:59 WIB
Jakarta - Pengakuan mengejutkan datang dari produser film '9 Naga', Krishto Damar. Krishto menyatakan film yang disutradarai Rudi Soedjarwo itu mendapat sandungan dari Lembaga Sensor Film (LSF). Poster '9 Naga' ujar Krishto, dilarang beredar oleh LSF. Salah satu penyebabnya kalimat "Manusia Terbaik di Indonesia adalah Seorang Penjahat" yang terpampang di poster. Untuk menjelaskan duduk perkara secara lebih detil, Krishto menyatakan akan menggelar jumpa pers pada Selasa (13/12/2005) besok. "Biar besok di konferensi pers Rudi yang curhat saja," ujarnya. Anehnya, pengakuan soal pencekalan poster itu dibantah LSF. Lewat perbicangan melalui telepon, Ketua LSF Titie Said mengaku bingung. "Pencekalan apa? Siapa yang mencekal?," ujat Titie pada detikhot, Senin (12/12) siang. Menurut Titi, beberapa hari lalu pihaknya kedatangan tim produksi '9 Naga'. Mereka minta saran soal poster film yang akan diedarkan. "Menurut kami, kalimat Manusia Terbaik di Indonesia adalah Seorang Penjahat itu bisa menyinggung. Jadi kami sarankan kalimat itu tidak dipakai. Begitu juga dengan gambar yang seperti tidak pakai baju," terang Titie. Posisi LSF, lanjut Titie, hanya sebagai pemberi saran. Belum sebagai pihak penyensor. Lantas, mengapa produser '9 Naga' menyatakan poster mereka dicekal? Apakah hanya akal-akalan publikasi menjelang waktu perilisan film? "Cara publikasi kan banyak. Tapi yang jelas, kami sama sekali belum dalam tahap penyensoran. Mereka minta saran, ya kami berikan," tutur Titie dengan lembut.'9 Naga' dijadwalkan rilis Januari 2006 mendatang. (ine/)











































