detikHot

movie

Anak Garuda: Mimpi Yatim Piatu ke Eropa yang Terwujud

Senin, 23 Des 2019 12:52 WIB Yakob Arfin - detikHot
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Tidak ada yang terlalu sulit, tidak ada yang terlalu berat, tidak ada yang terlalu besar. Yang ada hanya bagaimana caranya mencapai apa yang dicita-citakan.

Mengawali tahun 2020, Film 'Anak Garuda' menyajikan kisah inspiratif tentang perjuangan seorang anak muda berlatar yatim piatu yang berjuang meraih mimpinya hingga ke Eropa.

Film ini mengisahkan perjuangan tujuh alumni Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI). Keberhasilan dan kesuksesan yang mereka raih telah memutus mata rantai kemiskinan keluarganya.

Seperti diketahui, tujuh alumni SPI tersebut yaitu Olfa, Robet, Yohana, Dila, Sayyidah, Wayan, dan Sheren. Mereka telah mewujudkan diri sebagai wirausaha dan menjadi pengurus unit usaha yang dikelola SPI.


Menariknya, Sekolah SPI adalah sekolah yang dikhususkan bagi anak-anak yang tidak bisa lanjut sekolah karena keterbatasan biaya. Baik itu kaum dhuafa, anak yatim maupun yatim piatu.

Produser film 'Anak Garuda' Verdi Solaiman mengungkapkan bahwa yang dapat difilmkan tak harus dari tokoh atau sosok popular masa kini, melainkan juga pahlawan zaman sekarang yang berjuang untuk meraih mimpi.

Menurutnya, para alumni SPI sangat menginspirasi, tak hanya untuk anak muda, tetapi juga bagi semua orang. Ia pun menyebut film mengenai kisah inspiratif masa sekolah bukanlah hal baru di industri film Tanah Air.

Sisi lain yang diangkat dalam film Anak Garuda' ini tidak sebatas tentang sekolah untuk mencerdaskan siswanya, melainkan juga menyejahterahkan.

Telah umum diketahui bahwa sekolah yang bagus dan berkualitas jumlahnya sangat banyak. Namun sekolah yang mengambil peran memutus mata rantai kemiskinan keluarga sangat sedikit.

Inilah yang dilakukan oleh SPI. Nilai-nilai kehidupan yang diberikan SPI menekankan lebih penting nilainya daripada nilai di atas raport semata.

Kiki Narendra, salah satu pemain film ini pun berupaya menggambarkan semangat, nilai dan tujuan para karakternya agar sampai ke penonton yang melihat.


Para siswa dalam film ini sebagian besar adalah yatim piatu atau berasal dari kaum dhuafa. Mereka akrab dengan hinaan, ditertawakan, dan perasaan minder. Dengan menjadi siswa di Sekolah SPI ini, mereka bertransformasi menjadi anak-anak Garuda yang terbang menatap matahari.

Tak hanya itu, mereka juga belajar tentang nilai-nilai menghargai perbedaan, mengatasi luka batin dan kepahitan hidup, serta menjadi pengendali bagi diri mereka sendiri.

Keberangkatan mereka ke Eropa yang dikisahkan dalam film ini juga sebagai wujud menggapai apa yang mereka cita-citakan.

Menonton kisah dalam film ini semakin mendorong kita menjadi pribadi yang lebih bersyukur dan menjadi manusia yang semakin percaya bahwa keajaiban Tuhan pasti ada.


Simak Video "Begini Gaya Seating Plan Bioskop di Inggris"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com