Rilis Film 'Badwolves' Ditunda

Rilis Film 'Badwolves' Ditunda

- detikHot
Kamis, 22 Sep 2005 11:15 WIB
Rilis Film Badwolves Ditunda
Jakarta - Film terbaru sutradara Richard Buntario, 'Badwolves' berkisah tentang kehidupan dan perkelahian antar gank di Jakarta. Film yang juga menggambarkan gerakan melawan narkoba itu dinilai Polri sarat adegan yang terkesan brutal. Sebuah surat keberatan pun dilayangkan Polri ke Lembaga Sensor Film. "Betul ditunda. Kapan tayangnya keputusannya siang nanti. Memang ada surat keberatan dari Polri tapi tidak menolak, hanya keberatan saja," ujar richard Buntario kepada detikhot, Kamis (22/9/2005). Sesuai dengan poster dan papan iklan yang telah beredar di tempat-tempat umum, 'Badwolves' dijadwalkan rilis hari ini, Kamis (22/9/2005). Namun karena surat lulus sensornya masih tertahan di LSF maka kemungkinan rencana tersebut batal. Beberapa adegan laga di film yang dibintang Zack Lee, Fathir, Sultan Djorghi, dan Baim tersebut dinilai brutal. Selain itu, para pemain yang memakai kalung dengan simbol salib juga menurut Richard menuai keberatan dari umat Katholik. Richard pun membantah kalau dikatakan film garapannya itu terlalu brutal. Sepanjang film tak ada degan laga dengan benda tajam, semuanya dilakukan man to man dengan tangan kosong. Sebenarnya pihak Polri sudah pernah menyaksikan dan meminta agar beberapa bagian film tersebut dipotong. Richard pun telah melakukan itu. Karenanya ia pun bingung mengapa surat keberatan tersebut masih sampai ke tangan LSF. "Sebagai sineas kita merasa keberatan, karena otomatis karya yang sudah capek kita buat dan juga saya sudah melakukan censorship sendiri tidak dihargai," tandas Richard yang juga pernah merilis film komedia 'Cinta 24 Karat'. Agar hal ini tak terjadi lagi, pria yang sering mengenakan topi itu berharap pemerintah tegas dalam setiap peraturan yang dibuatnya. Seharusnya ada penjelasan yang gamblang tentang aturan-aturan yang dibuat sehingga tidak timbul persepsi yang berbeda. Karena kejadian ini ia juga enggan menggarap film action lagi sampai peraturan dari pemerintah lebih jelas.Apalagi penonton bioskop tak seluas penonton televisi. Richard yakin orang-orang yang menonton bioskop adalah orang kelas menengah yang cukup pintar untuk menyaring isi film. Tayangan-tayangan televisi berbau kekerasan atau sinetron juga banyak yang dirasanya lebih brutal. "Dari durasi asli 120 menit kira-kira yang dipotong hampir 20%. Saya cuma peringatkan pada penonton 'Badwolves', kalo sampai filmnya ngalor-ngidul dan loncat-loncat, jangan disalahkan ke saya. Salahkan saja ke you know who," pungkasnya. (fta/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads