DetikHot

movie

'The Truman Show' dan Ramalan Masa Depan yang Autentik

Senin, 11 Jun 2018 13:01 WIB  ·   Nugraha - detikHOT
The Truman Show dan Ramalan Masa Depan yang Autentik Foto: dok The Truman Show
Jakarta - Penulis Andrew Niccol mungkin menjadi salah satu yang bisa menjawab mengapa 'The Truman Show' yang dibuatnya pada 1998 sangat akurat meramalkan masa depan.

Jim Carrey memainkan karakter Truman Burbank dalam film tersebut. Ia diceritakan sebagai sosok yang tak sadar hidupnya ternyata ada dalam sebuah reality show.

'The Truman Show' kini disebut sebagai Nostradamus era digital. Truman juga disebut kritikus begitu berharga dengan pujian atas cara berpikirnya yang menyinggung topik unsexy seperti metafisika, utopia, realitas buatan dan kekuatan media.

Pada 2018 ini, 'The Truman Show' terasa masih autentik, mengingat kebangkitan dari reality TV, media sosial, dan berita hoax. Seberapa akurat film ini meramalkan masa depan?

Acara televisi yang menampilkan kamera tersembunyi, orang-orang yang nyata dan situasi tanpa naskah, sudah ada sejak 'Candid Camera and The Dating Game' pada era 50'an. Tapi kesuksesannya tak sampai pada awal 2000'an dimana keberhasilan 'Survivor', 'Big Brother' dan 'American Idol' sebagai reality televisi memasuki arus utama.

Ed Harris yang memerankan Christof bahkan merangkumnya dalam adegan pertama film tersebut:

"Kami jadi bosan menonton aktor memberi kami emosi palsu. Sementara dunia yang dihuninya, dalam beberapa hal, tak ada yang palsu mengenai Truman. Tak ada naskah, tak ada petunjuk. Tidak selalu sebagus karya Shakespeare, tapi ini asli. Ini adalah hidup," katanya.

Tapi tak seperti reality lainnya, dimana kontestan tahu mereka sedang siaran, Truman tak tahu bahwa setiap orang yang pernah ditemuinya adalah aktor dan seluruh dunianya adalah set film yang dibangun.

Ia telah dipandu ke dalam sebuah persahabatan, karier dan pernikahannya. Sementara ada 5.000 kamera mengawasi setiap pergerakan Truman, kecuali aktivitas seksual.

Hampir sebuah tradisi bagi masyarakat modern saat ini menjadi paranoid tentang lembaga atau pemerintahan yang mengawasi dan mengendalikan kehidupan kita. Pada era 40'an, kita percaya Jepang menggunakan gelombang radio. Pada 50'an Soviet dianggap memiliki satelit. Pada era 70'an, CIA seharusnya menanamkan chip komputer di otak manusia. Dan pada era 90'an, kekuatan utama adalah televisi, kamera, informasi digital dan internet.

Dalam 'The Truman Show', sutradara Peter Weir dan sinematografer Peter Biziou sampai meneliti teknik sebagai pengawasan untuk mendapatkan bidikan tertentu, dan film ini terus memantul di antara rekaman kamera keamanan dan lensa fish eye yang tersembunyi di tubuh para 'aktor' yang berada di mana-mana.

Acara seperti 'Big Brother' menjadi reality show paling sukses dengan pengawasan yang tak terbatas melaui jangkauan satelit, kemampuan drone dan fakta bahwa sebagian besar informasi pribadi dan keuangann benar-benar dapat diakses melalui jaringan digital.

Kita masing-masing punya kemampuan untuk menyiarkan peristiwa kehidupan kita sendiri, tak peduli seberapa sepele atau duniawi, melalui kemampuan video streaming di media sosial. Bahkan konsep selebriti sendiri telah bergeser, ada ribuan telah mengukir karier sebagai vlogger, atau seperti Justin Bieber dan Kate Upton yang pertama kali ditemukan di media sosial.

Ya, itu semua sudah dikisahkan dalam sebuah film 'The Truman Show' pada 1998 yang autentik sampai sekarang!


(nu2/nu2)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed