Film Soe Hok Gie
Ada Palu Arit, Mira Lesmana Siap Diprotes
Senin, 11 Jul 2005 19:07 WIB
Jakarta - Merilis Soe Hok Gie, Mira Lesmana siap menerima kritikan maupun protes. Apa sebab, film ini cukup banyak menyorot lambang partai terlarang PKI berupa palu arit. Boleh protes, asal jangan diclurit!Adanya lambang palu arit di film produksi Miles ini memang tuntutan skenario. Kisah Soe Hok Gie yang seorang demonstran angakatan 1966 merupakan pusat cerita di film ini. Dan kala itu, Partai Komunis Indonesia (PKI) sedang hangat-hangatnya dihujat bangsa Indonesia. Makanya, hal ini tidak dapat dipisahkan dari alur ceritanya.Pihak Badan Sensor tampaknya juga tidak keberatan dengan adanya kisah PKI di film tersebut. Terbukti, semuanya lolos sensor. Yang terkena sensor malah adegan ciuman Nicholas Saputra - Wulan Guritno."Badan Sensor cukup lama menyensor film ini, sekitar 3-4 hari. Biasanya mereka cuma 2 hari. Kita berpikir karena adanya syut tentang PKI. Tapi enggak tahunya malah adegan ciuman yang disensor," tutur Mira Lesmana usai menyaksikan film Soe Hok Gie di Planet Hollywood, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (11/7/2005).Jika ada protes dari masyarakat, Mira siap menghadapinya. Namun ia yakin, masyarakat Indonesia kini lebih terbuka mengenai hal yang pada zaman orde lama dianggap sensitif itu."Sekarang ini Indonesia negara yang terbuka pada kebebasan berekspresi. Jika dikritik atau diprotes, saya siap. Saya anggap kritikan, pujian dan makian jalan bergandengan. Prokontra sesuatu yang biasa," yakinnya.Foto: Timur Angin / Miles Production (ana/)











































