DetikHot

movie

Tiba-tiba Ada Keraton Raja Sultan Agung di Yogya, Kok Bisa?

Minggu, 11 Mar 2018 15:58 WIB  ·   Edzan Raharjo - detikHOT
Tiba-tiba Ada Keraton Raja Sultan Agung di Yogya, Kok Bisa? Keraton Sultan Agung buatan Hanung Bramantyo. Foto: Edzan Raharjo
Jakarta - Sultan Agung adalah Raja Kerajaan Mataram Islam yang gigih melawan penjajahan Belanda. Perlawan Sultan Agung yang sangat dahsyat di antaranya melakukan penyerbuan di markas VOC Belanda di Batavia.

Sultan Agung yang merupakan tokoh penting dalam sejarah Indonesia tersebut telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Istana Raja Kerajaan Mataram Islam Sultan Agung Hanyokrokusumo ini dapat dilihat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Istana ini dibangun di Desa Gamplong, Moyudan, Sleman. Di sekitar Istana Sultan Agung juga ada perkampungan dengan rumah-rumah warga di masa lalu. Di lokasi itu juga terdapat benteng VOC Belanda.

Tapi tunggu dulu, keraton tersebut bukanlah yang aslinya. Melainkan adalah bikinan untuk produksi film 'Sultan Agung' yang disutradarai Hanung Bramantyo. Namun Keraton Sultan Agung yang dibuat permanen ini dan juga perkampungan serta benteng VOC menjadi destinasi wisata baru. Karena setelah pembuatan film selesai, bangunan tidak lantas dibongkar.


"Harapan saya dengan adanya studio ini, ekonomi di desa ini tumbuh. Tidak hanya itu, tetapi edukasi terhadap film, terhadap media itu menjadi lebih penting," kata Hanung Bramantyo ditemui di sela syuting film 'Sultan Agung' di Desa Gamplong, Moyudan, Sleman, Kamis (8/3/2018).

Keberadaan studio film itu diharapkan juga mendukung perkembangan perfileman di Yogyakarta yang tumbuh pesat. Menurut Hanung, di Yogyakarta telah bermunculan sutradar-sutradra baru, tumbuhnya film maker baru yang mewarnai dunia perfilman di Indonesia.

"Ketika saya membuat keraton, membuat bangunan Benteng Batavia dan semuanya di sini, saya pengen ketika semua selesai bisa dimanfaatkan buat pengembangan industri film di Yogya," kata Hanung.

Bagunan yang dibuat di samping keraton buatan Hanung Bramantyo.Bagunan yang dibuat di samping keraton buatan Hanung Bramantyo. Foto: Edzan Raharjo
Dalam pembuatan film 'Sultan Agung', ia juga melibatkan masyarkat sekitar dalam jumlah yang cukup besar. Hal ini juga untuk mengedukasi masyarakat bagaimana proses pembuatan film.

Lokasi syuting film 'Sultan Agung' ini ada dibeberap lokasi seperti di Mangunan Bantul, Parang Tritis, Samas, Makam Raja-raja Imogiri dan di Desa Gamplong, Moyudan, Sleman.

Suasana di dalam keraton.Suasana di dalam keraton. Foto: Edzan Raharjo
Hanung menceritakan, film berjudul 'Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta' itu menceritakan tentang pemimpin atau raja yang harus bisa mempertahankan dedikasinya dalam hubungan dengan orang luar atau orang asing. Orang asing harus disikapi setara sebagai tamu dan jangan sampai mereka menjadi tuan rumah.

"Bagaimana Sultan Agung meng-encourage (mendorong) orang-orangya, para tumenggungnya (kepala daerah atau adat), dan seluruh rakyat Mataram ketika menghadapi orang-orang asing, kita harus lebih tinggi dari mereka karena mereka adalah tamu yang kita sambut baik. Tetapi ketika mereka melonjak, ingin menguasai ya kita pukul balik," ujarnya.
(dar/dar)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed