Hasil Penelitian
Film Berbumbu Seks Kurang Menguntungkan
Rabu, 08 Jun 2005 16:28 WIB
Jakarta - Di Amerika Serikat, film-fim yang akan beredar diberi rating oleh Motion Picture Association of America (MPAA). G (General Audiences) untuk film yang bisa ditonton oleh semua usia dan PG (Parental Guidance Suggested) untuk film yang dianjurkan ditonton anak-anak dengan bimbingan orangtua. Contoh film dengan rating G adalah "Finding Nemo" dan "Toy Story". Sedangkan "Shrek" diberi rating PG karena ada kalimat-kalimat kurang pantas yang diucapkan di film tersebut yangt perlu orangtua jelaskan lebih lanjut kepada anak-anaknya. Selain itu ada juga PG-13 (Parents Strongly Cautioned). Film dengan rating ini dinilai kurang pantas ditonton oleh anak-anak berusia di bawah 13 tahun. Karena itu, pengawasan orang tua sangat dianjurkan. Contohnya adalah "Titanic", "Spider-Man" dan "Meet the Fockers".Ada juga rating R (Restricted). Artinya, bagi yang berusia di bawah 17 tahun, hanya boleh menonton jika didampingi orangtuanya atau orang dewasa lainnya. Jika tidak, bioskop tak akan memperbolehkan anak itu masuk. Yang paling keras adalah film dengan rating NC-17. Artinya, film tersebut dikhususkan bagi orang berusia di atas 17 tahun. Di bawah itu tak boleh menonton tanpa kecuali. Film dengan rating R dan NC-17 diharapkan tidak ditonton oleh anak di bawah usia 17 tahun karena dibumbui adegan seks dan kekerasan. Film kontroversial "Passion of the Christ" diberi rating R karena adegan-adegannya dinilai sangat kejam. Sedangkan "Basic Instict" yang dibintangi Sharon Stone diberi cap R karena adegan sensualnya yang sangat kental.Selama ini ada anggapan kalau film yang dibumbui adegan seks, artinya dengan rating R atau NC-17, dapat menyedot jumlah penonton yang banyak sehingga keuntungan maksimal sukses diraup produser. Benarkah? Tidak menurut penelitian yang dilakukan Dove Foundation, organisasi di Amerika Serikat yang mendukung peredaran film-film yang family friendly. Dari 3000 film yang dirilis dalam periode 1 Januari 1989 - 31 Desember 2003, Dove menemukan film dengan rating R jumlahnya lebih banyak 12% dibanding film jenis G. Namun untuk urusan keuntungan, keadaan berbalik. Film dengan rating G yang artinya aman ditonton oleh semua usia memperoleh laba lebih besar dibanding film rating R. Demikian seperti detikhot lansir dari reuters, Rabu (8/6/2005). Berikut rata-rata keuntungan sebuah film dilihat berdasarkan ratingnya:G: US$ 92,3 jutaPG: US$ 78,8 jutaPG-13: US$ 45,6 jutaR: US$ 17,9 juta. Kalau film berbau seks kurang menguntungkan, kenapa masih banyak yang mau memproduksi ya? (ine/)











































