Marvel menggarap 'Spider-Man: Homecoming' amat kekinian. Salah satunya, studio ini memutuskan untuk mengemas sosok Peter Parker dalam masa di mana media sosial amat mendominasi kehidupan banyak orang saat ini.
Lantas, bagaimana dengan masa lalu Parker? Apa sebab dirinya bisa menjadi laba-laba? Termasuk sosok Paman Ben?
Melalui sebuah wawancara, CEO Marvel Studios mengatakan, Marvel menganggap trilogi Sam Raimi termasuk dua film Marc Webb cukup menjadi referensi bagi penggemar. Dua seri film tersebut telah membawa prolog yang diyakini cukup rinci menceritakan sosok Peter Parker sang pahlawan laba-laba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimanapun, Marvel menetapkan rumus baku saat film ini akan digarap. Siapapun yang belum pernah menyaksikan Spider-Man dalam berbagai versi, dapat mengerti tentang sosok sang pahlawan laba-laba di kemunculannya dalam 'Spider-Man: Homecoming'.
"Film ini harus berhasil membuat penonton menyukai sang tokoh. Maka kami membuat formula di mana cerita tak bergantung dari kisah sebelumnya," imbuh Feige.
Sam Raimi membuka latar belakang Peter Parker amat detail tentang bagaimana ia bertransformasi menjadi pahlawan laba-laba. Termasuk kepergian Paman Ben yang membuat Parker pernah memiliki ambisi untuk membalaskan kematian sang paman.
'Spider-Man: Homecoming' telah dirilis lebih dulu di Indonesia pekan ini. Sementara di Amerika Serikat sendiri, film ini tengah menunggu jadwal rilis dalam waktu dekat.
Selain Tom Holland, beberapa bintang muda lainnya juga dilibatkan dalam cerita. Di antaranya Zendaya, Laura Harrier, Jon Favreau, juga Marisa Tomei dan Robert Downey Jr.











































