Pembajakan DVD Asia Ancaman Bagi Hollywood
Senin, 18 Apr 2005 10:39 WIB
Jakarta - Setelah pembajakan film online, Hollywood diresahkan oleh maraknya pembajakan DVD di Asia. Tahun lalu saja, pembajakan ini merugikan Hollywood sekitar US$ 1 miliar. Kemajuan tekonologi yang dimanfaatkan untuk pembajakan semakin meresahkan pelaku industri. Jika tahun lalu industri musik gencar memerangi pembajak lewat internet, kini giliran industri film Hollywood yang dibuat pusing dengan semakin maraknya DVD bajakan. Setahun belakangan ini penjualan DVD bajakan semakin meningkat dan terang-terangan. Selain kualitas gambarnya lebih bagus dari VCD, rilis film-film terbaru dari DVD juga lebih cepat bahkan dari bioskopnya. Akibat maraknya pembajakan ini, jumlah penonton bioskop dan pembeli VCD/DVD original semakin surut. Imbasnya, pemasukan industri film Hollywood dari Asia semakin menipis. Tercatat, kerugian yang diderita Hollywood tahun lalu diperkirakan mencapai US$ 1 miliar. Demikian Timesasia, Senin (18/4/2005). Walau banyak penduduk Asia yang mengkonsumsi DVD bajakan, namun sikap yang terangkum dalam survey majalah Times, cukup berbeda. Sekitar 60% responden menyatakan tak setuju pada pembajakan. Tak hanya itu saja 74% persen responden juga merasa agar undang-undang hak cipta yang melindungi masalah ini bisa lebih diperketat. Tentang apakah membajak sama dengan mencuri, masyarakat Indonesia punya pendapat sendiri. Mereka yang dalam survey tersebut 45% mengaku pernah membeli barang bajakan, mayoritas tak setuju kalau hal tersebut sama artinya seperti mencuri. Begitu juga dengan penduduk Cina, hanya 4% dari mereka yang merasa bersalah dengan membeli barang-barang bajakan. "Penduduk Cina ingin banyak tahu tentang dunia, tapi barang-barang semakin mahal. Ya mungkin saja bajakan adalah salah satu cara mereka untuk memenuhi kebutuhan itu," demikian jelas Zhang Zhiqiang, kepala Nanjing University's Publishing Science Institute, yang menggelar survey semacam ini di Cina. Beberapa upaya telah diusahakan untuk mencegah maraknya pembajakan DVD ini. Sebuah asosiasi film di Hollywood bahkan menawarkan hadiah US$ 150 ribu untuk informasi yang bisa menguak pembajakan DVD Asia. Dari berbagai negara yang paling mengkhawatirkan di Asia adalah Indonesia dan Filipina. Menurut data yang dirilis Reuters tahun lalu, tingkat tertinggi adalah, Indonesia dengan 90% DVD yang beredar adalah bajakan, sedangkan negara tetangga Filipina menyusul dengan 80%. (fta/)











































