Ditandai dengan konferensi pers, Selasa (17/1) festival ini resmi dibuka, dan langsung dilanjutkan dengan pemutaran salah satu film asal Australia, 'Girl Asleep'. Duta besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, menyambut dengan antusias festival tersebut.
"Terima kasih sudah datang, we're back!" ucap Grigson.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdapat 9 film yang meramaikan festival ini. Selain 'Girl Asleep' yang telah diputar untuk pers, akan ada 'Lion', 'Spear', 'Looking for Grace', 'Satellite Boy', dan 'The Ravens'. Sedangkan dari Indonesia akan diputar 'Sokola Rimba', 'What They Don't Talk About When They Talk About Love' dan 'Sendiri Diana Sendiri' .
Tahun ini, untuk pertama kalinya FSAI membuka kesempatan bagi para pembuat film muda Indonesia untuk berkompetisi. Dari 300 film yang telah didaftarkan, terdapat 6 finalis yang akan maju untuk meraih penghargaan pada 29 Januari mendatang.
Festival Sinema Australia-Indonesia 2017 akan digelar pada 26-29 Januari di Jakarta, 28-29 Januari di Makassar, dan 4-5 Februari di Surabaya. (dar/dar)











































