Itu sedikit dialog yang muncul dalam film 'Good Morning' karya Anna Arevshatyan asal Armenia. Potongan-potongan gambar tragedi perang hingga para pengungsi menjadi pembuka film tersebut.
Meski kursi penonton tak tampak penuh pada pemutarannya, Jumat (2/12/2016) di studio 4 Empire XXI namun film berdurasi kurang lebih dua jam itu cukup menjadi penghibur dan jendela bagi publik Indonesia untuk mengetahui kondisi yang terjadi di Armenia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tawaran untuk meninggalkan negaranya dan hidup lebih layak pun menjadi godaan berat manakala sang istri mulai mempertanyakan idealismenya tersebut. Hidup nyaman di luar negeri atau bersusah payah di tanah sendiri menjadi pertanyaan dalam film ini.
Memori Arshak muda menjadi pembanding sekaligus jendela atas apa yang terjadi di Armenia pada tahun 90-an ketika perang sedang berkecambuk. Arshak muda yang tinggal bersama seorang nenek, kakak laki-laki dan ibunya (ayahnya pergi berperang) harus bertahan hidup dengan sebuah kupon yang tiap hari ditukarkan beberapa potong roti.
Kehidupan Arshak muda dan anaknya yang berbeda zaman itu menjadi suguhan menarik. Bagaimana ia menceritakan masa lalunya bermain di suatu taman, dan harus kehilangan teman-temannya akibat migrasi yang lumrah dilakukan di masa itu, seolah menohokkan arti perjuangan dan kecintaan terhadap tanah air.
"Untuk apa mereka (para tentara) berjuang, jika kita yang di sini justru pergi meninggalkan tanah ini hanya karena kehidupan yang lebih baik. Bagaimana jika mereka kembali namun sudah tak ada siapa-siapa di kampungnya?" tanya seorang guru yang terus-terusan kehilangan murid yang pergi bersama keluarganya di depan kelas.
Namun, sang sutradara Anna Arevshatyan tak hanya menampilkan kesusahan dan kesedihan dari sudut pandang seorang anak di masa perang. Ia juga menyelipkan sedikit romansa pada bagian Arshak muda. Ada bagian saat ia bertemu seorang gadis remaja cantik berambut merah bernama Maria yang membuatnya semangat untuk mengantri penukaran kupon dengan roti. Hingga saat ia demam setelah patah hati karena wanita tersebut tak mengindahkan perasaannya karena umur mereka yang terpaut jauh (Arshak berusia 8-10 tahun sedangkan wanita tersebut 15-19 tahun).
Film ini berhasil menjadi juara di Golden Apricot Yerevan International Film Festival, dan juga 'Best Feature Film' di Pomegranate Film Festival 2016. Masih banyak film keren lainnya yang akan tayang di JAFF 2016 hingga 3 Desember. Simak terus beritanya di detikHOT! (ass/mmu)











































