Beda dari peran yang ia bintangi sebelumnya, Freeman diminta tampil tak biasa. Di film ini, aktor 79 tahun itu diubah penampilannya dengan rambut gimbal.
Sebetulnya, tuntutan sebuah peran bukan hal baru bagi bintang yang pernah terlibat dalam drama 'The Shawshank Redemption' ini. Sepanjang kariernya, Freeman telah menjajal berbagai peran. Dari seorang sopir biasa, muncikari, hingga dipercaya menjadi Tuhan sebanyak dua kali, salah satunya dalam 'Bruce Almighty'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam 'Ben-Hur', ia memerankan sosok seorang Syeik. Ia menjadi sosok di belakang Ben-Hur yang ingin membalaskan dendamnya di masa lalu.
Freeman menjadi sosok yang memegang kekuasaan dalam film yang digarap di bawah rumah produksi Paramount Pictures ini. Peran tersebut cukup ia nikmati. Freeman menyebutnya sebagai permainan ego yang menyenangkan.
"Mungkin penampilanku cukup lucu. Namun peran tersebut tak ada sisi humor sama sekali. Ia justru memegang kekuasaan yang begitu besar, dan aku suka diminta berperan seperti itu," tuturnya lagi.
Meski begitu, film yang telah diadaptasi sebanyak empat kali ini disebut gagal di produksi terbarunya kini. Melakukan re-make film ini disebut sebagai sesuatu yang buruk. Sebelumnya 'Ben-Hur' sukses hingga ke panggung Oscar di produksinya yang ketiga pada 1959. (doc/mmu)











































