Kesulitan 'Mengawinkan' Film Indonesia dan Korea

Kesulitan 'Mengawinkan' Film Indonesia dan Korea

Desi Puspasari - detikHot
Jumat, 12 Agu 2016 21:09 WIB
Kesulitan Mengawinkan Film Indonesia dan Korea
Foto: Desi Puspasari
Jakarta - Korea mulai nendekati industri film Indonesia. Tapi tetap saja ada kendala yang harus dilewati agar perfilman Indonesia dan Korea bisa bersatu.

Korea Film Council (Kofic) salah satu pelaku industri film Korea yang melakukan kunjungan ke Indonesia. Kedatangan Kofic ini pun guna melihat dan membuktikan bagaimana Indonesia memproduksi sebuah film.

Pada kesempatan kali ini, Falcon Pictures mendapat kesempatan menunjukkan film-film garapannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada tiga film yang kami tunjukan, karena kami harus mencontohkan yang besar dan rumit," jelas HB Naveen, Executive Producer Falcon Pictures di kantornya di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (12/8/2016).

Tiga film tersebut, yaitu 'Haji Backpacker', 'Negeri Van Orange' dan 'Comic 8'. Alasan Naveen mempertunjukkan film-film tersebut karena genre, teknik pembuatannya, teknologi yang digunakan dan lokasi syuting yang berada di luar Indonesia.

"Kami kasih lihat bahwa action dan komedi bisa dicampur seperti itu. Jadi jangan underestimate kita lho dan mereka pun sepertinya kaget juga melihatnya," ucapnya.

Meski sudah tertarik satu sama lain, Naveen melihat ada beberapa yang harus digencarkan Indonesia untuk bisa menggabungkan film Korea dan Indonesia.

"Jadi yang kita merasa Indonesia dan Korea seperti apa bedanya produksi filmnya, saya nnggak mau yang pemain ala kadarnya. Bagaimana kolaborasinya, kalau cuma mau hikin film yang lebih kecil saya bisa, saya mau kolaborasi film yang besar," tukas Naveen.

Untuk masalah genre, komedi dan action dirasa pas untuk mengawinkan film Korea dan Indonesia. Kalau untuk kisah percintaan, Korea yang terkenal dengan drama serinya sudah tidak diragukan lagi. (pus/dar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads