detikHOT bersama rombongan Lembaga Sensor Film (LSF), berkesempatan mengunjungi Sorong. Saat berkunjung ke kota yang memang dikenal kota pelabuhan itu tak ditemui gedung bioskop.
Masyarakat sekitar menuturkan bahwa gedung bioskop perlahan tutup karena sudah tak punya peminat. Hingga masyarkat pun bergeser untuk menikmati tayangan melalui televisi kabel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Sorong tidak ada lagi gedung film, orang bisa nonton dan melewati kabel-kabel tanpa adanya sensor," ucap anggota LSF, Mukhlis Paeni dalam pemaparannya.
"Hingga akhirnya dibutuhkam sensor mandiri. Apakah acara bisa ditonton oleh anak kita, kita nggak akan mampu datang ke setiap rumah di Sorong. Jadi dibutuhkam sensor mandiri tersebut," sambungnya.
Mukhlis yang juga sempat menjabat sebagai Ketua LSF, melihat potensi besar kebudayaan Sorong. Hingga perlu adanya aksi untuk melestarikan budaya dengan salah satu jalannya mengekploitasi lewat film.
"Kabupaten Sorong memiliki tambang budaya akan bisa diangkat, harus kita pikirkan bersama. Kalau budaya tidak diolah nantinya akan pudar," jelasnya.
(fk/tia)











































