Christine Hakim Kembali Berjaya di Perancis
Selasa, 08 Mar 2005 15:09 WIB
Jakarta - Setelah sukses di Cannes film festival, Christine Hakim kembali di apresiasi oleh komunitas sinema Perancis. "Deauville Asian Film Festival" tahun ini mengadakan sesi khusus "Tribute to Christine Hakim". "Deauville Asian Film Festival" adalah festival film khusus Asia yang digelar di Perancis. Sejak 7 tahun lalu festival yang semakin diminati itu, banyak memutar film-film karya sineas handal se-Asia termasuk Indonesia. Misalnya saja, dua tahun lalu film "Eliana-Eliana" juga pernah diputar dan mendapat penghargaan khusus. Tahun 2005, demi mengapresiasi karya dan pencapaian Christine Hakim, festival ini akan mengadakan sesi khusus untuk aktris kelahiran 25 Desmber 1957 itu. Dalam "Tribute to Christine Hakim", panitia akan memutar 5 film yang pernah dibintangi ataupun diproduseri oleh aktris film senior Indonesia itu. Film-film Christine yang akan diputar antara lain, "Ponirah Terpidana" karya Slamet Rahadjo tahun 1982, "Dibalik Kelambu" karya Teguh Karya tahun 1983, "Tjoet Nja' Dhien" karya Erros Djarot tahun 1988, "Daun Diatas Bantal" oleh Garin Nugroho tahun 2001, dan "Putri Gunung Ledang" sebuah film garapan Malaysia yang dibintanginya bersama Alex Komang dan Dian Sastrowardoyo. Kepergian yang bukan untuk pertamakalinya ke Perancis itu membuat ia telah siap dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan yang ditujukan kepadanya nanti. Tak hanya masalah film, menjawab masalah politik ia juga tak gentar. "Pada momen itu, walau tidak disuruh Presiden SBY akan saya manfaatkan untuk berterimakasih kepada Pemerintah dan masyarakat Perancis atas perhatiannya pada musibah Tsunami yang menimpa Aceh. Karena di Festival itu juga ada film saya yang produksi Malaysia, pastinya saya juga siap untuk menjawab seputar masalah konflik Ambalat," demikian Christine kepada wartawan di Hotel Le MEridien Jakarta, Selasa (8/3/2005). Segala penghargaan dan pencapaian di bidang film telah banyak diterima oleh peraih enam Piala Citra itu. Sebenarnya apakah masih ada obsesinya di bidang seni yang belum kesampaian?"Saya sudah tidak ada obsesi apa-apa lagi. Yang lebih berat buat saya kini adalah mempertahankan apa yang sudah saya dapat selama ini. Mempertahankan semua itu juga nggak kalah sulit," imbuh Christine. (fta/)











































