'Ngenest', Tertawa di Atas Kepedihan Ernest Prakasa

ADVERTISEMENT

'Ngenest', Tertawa di Atas Kepedihan Ernest Prakasa

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Selasa, 29 Des 2015 15:11 WIB
Foto: Ngenest Movie
Jakarta - Ada dua poin utama yang menjadi sumber tawa dalam film komedi berjudul 'Ngenest'. Pertama adalah budaya minoritas Tiongkok (dalam film disebut Cina), dan kedua adalah rasa takut memiliki anak.

Sepanjang kurang lebih 90 menit, penonton akan dihibur oleh dua poin tadi yang sebetulnya berasal dari kepedihan sang tokoh utamanya. Yakni, stand up comedian kondang Ernest Prakasa.

Lahir sebagai keturunan Tiongkok, Ernest kecil kerap di-bully di sekolahnya. Adalah geng pribumi, Fariz (Ardit Erwandha), Bakri (Bakriyadi Arifin), Ipeh (Amel Carla) dan Bowo (Fico Fachriza) oknum di balik itu semua. Kondisi tersebut terus belangsung hingga mereka semua remaja di SMP dan SMA. Untungnya, Ernest punya wingman sekaligus malaikat pelindungnya, Patrick (Morgan Oey), sesama keturunan Tiongkok.

Namun justru karena penindasan berkepanjangan itu, Ernest dewasa punya satu pemikiran di luar nalar keturunan Tiongkok. Dia ingin menikah dengan pribumi dan sama sekali tidak punya hubungan sama negeri tirai bambu tersebut.

Jadilah masa kuliah di Bandung sebagai wadah mencari jodoh. Satu kali gagal, dua kali gagal sampai akhirnya Ernest menemukan sosok yang baginya tepat untuk tempat berlabuh. Meira Anastasia (diperankan Lala Karmela), orang Sunda asli.  Tapi ternyata, berlalunya penindasan dari Fariz dkk berganti penindasan dari keluarga Meira.

"Kamu Cina ya? Sudah disunat?" tanya papa Meira saat Ernest diundang untuk makan malam bersama.

Akan tetapi, dari penindasan ke penindasan lainnya, penonton terus dibuat tertawa. Ada saja celetukan-celetukan mengocok perut baik dari Ernest atau sahabatnya, Patrick. Penonton dibiarkan tertawa di atas kepedihannya sebagai masyarakat minoritas.

Begitu juga dengan babak selanjutnya saat Ernest dirundung duka karena ketakutannya untuk memiliki anak. Saat istrinya, Meira menggebu-gebu, Ernest justru mundur dengan alasan 'aku belum siap, Hon (Honey, panggilan sayang Ernest untuk Meira)'. Begitu mudahnya, poin yang seharusnya adalah babak drama keluarga sarat makna itu terpapar lucu dan konyol.

Sebagai produk debut, sepertinya Ernest Prakasa cukup sukses sebagai penulis, pemain juga sutradara dari 'Ngenest'. Dengan ringan dia mengemas kisa pribadinya sejak lahir hingga dewasa.

Mungkin juga kelucuan-kelucuan yang terjalin karena hadirnya beberapa teman stand up comedian seperti Ge Pamungkas, Adjis Doaibu, Awwe, Muhadkly Acho, Arie Kriting, Jui Purwoto, Lolox juga Ence Bagus. Tapi sinergi para pemain lain juga tidak kalah menarik, sebut saja Olga Lydia, Ferry Salim, Fitria Sechan, Budi Dalton, Regina Rengganis, juga Kevin Anggara dan Brandon Salim yang memainkan peran Ernest dan Patrick saat remaja.

'Ngenest' yang diproduksi Starvision akan tayang pada 30 Desember besok. Jangan sampai kelewatan, karena kadang hidup perlu ditertawakan. (mif/mmu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT