Sambut Hari HAM, Film 'Senyap' Bisa Diunduh Gratis

Sambut Hari HAM, Film 'Senyap' Bisa Diunduh Gratis

Is Mujiarso - detikHot
Kamis, 10 Des 2015 14:23 WIB
Sambut Hari HAM, Film Senyap Bisa Diunduh Gratis
Jakarta -

Setiap 10 Desember, dunia memperingati Hari Hak Azasi Manusia (HAM). Istimewa untuk tahun ini, karena ada kado khusus bagi rakyat Indonesia. Kado itu datang dari pembuat film dokumenter pemenang penghargaan Joshua Oppenheimer. Menyambut Hari HAM Sedunia 2015 hari ini, Joshua membagikan film β€˜Senyap’ eksklusif untuk publik Indonesia.

Film β€˜Senyap’, atau β€˜The Look of Silence’ dibagikan dengan cara unduh gratis di situs www.filmsenyap.com mulai pukul 19.00 WIB, Kamis (10/12). Selain itu, film tersebut kini juga bisa ditonton via Youtube, tanpa batas waktu. Demikian diumumkan oleh Joshua via akun Facebook-nya.

Sementara, bagi Anda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, ada cara lain untuk mengoleksi film β€˜Senyap’. Anda bisa datang ke Museum Temporer β€˜Rekoleksi Memori’ yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM). Anda tinggal membawa flashdisk, dan bisa mengkopi film tersebut sepanjang hari ini hingga pukul 21.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, jika Anda ingin menyaksikan film tersebut lewat layar lebar, kesempatan pun masih terbuka. Bertepatan dengan Hari HAM Sedunia pula, β€˜Senyap’ diputar di Kineforum hari ini pukul 17.00 WIB. Acara pemutaran film ini juga bagian dari perhelatan β€˜Rekoleksi Memori’ yang berlangsung hingga Sabtu (12/12).

β€˜Senyap’ adalah karya Joshua Oppenheimer bersama ko-sutradara asal Indonesia setelah β€˜Jagal’ (The Act of Killing). Film ini memulai perjalanannya dengan memborong 5 penghargaan di Festival Film Venezia 2014. Kemudian pada Februari 2015, β€˜Senyap’ dinobatkan sebagai film dokumenter terbaik oleh Asosiasi Kritikus Film Denmark.

Sejak awal Desember tahun lalu, film ini telah diputar di berbagai kampus, komunitas dan forum publik di seluruh Indonesia. Beberapa pemutaran yang disertai dengan diskusi sempat diwarnai dengan insiden pelarangan dari pihak kepolisian, atau bahkan otoritas kampus.

Masih satu napas dengan β€˜Jagal’ yang mengangkat isu seputar pembantaian pasca 1965, β€˜Senyap’ membalikkan perspektif dari pelaku (pembantaian) ke (keluarga) korban. Bila pada β€˜Jagal’ ditampilkan sosok Anwar Kongo sebagai "tokoh utama", yang bersama kawan-kawannya memperagakan kembali cara dia membantai orang-orang yang dituduh PKI pasca G30S/1965, maka pada β€˜Senyap’ penonton dipertemukan dengan Adi Rukun. Sehari-hari berkerja sebagai tukang kacamata, Adi adalah adik dari salah seorang korban pembantaian pasca-1965, Ramli.

Joshua merekam pengakuan dan peragaan yang dilakukan oleh para pembantai Ramli, lalu β€˜menyuguhkan’-nya kepada Adi. Lalu, Adi 'mengkonfirmasi' video yang dilihatnya itu kepada orang-orang yang bersangkutan. Ia mendatangi para pembantai kakaknya itu. Meminta pertanggung jawaban? Balas dendam? Dalam cacatan produksi film ini disebutkan, Adi bertekad untuk memecah belenggu kesenyapan dan ketakutan yang menyelimuti kehidupan para korban.

(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads