Setiap 10 Desember, dunia memperingati Hari Hak Azasi Manusia (HAM). Istimewa untuk tahun ini, karena ada kado khusus bagi rakyat Indonesia. Kado itu datang dari pembuat film dokumenter pemenang penghargaan Joshua Oppenheimer. Menyambut Hari HAM Sedunia 2015 hari ini, Joshua membagikan film βSenyapβ eksklusif untuk publik Indonesia.
Film βSenyapβ, atau βThe Look of Silenceβ dibagikan dengan cara unduh gratis di situs www.filmsenyap.com mulai pukul 19.00 WIB, Kamis (10/12). Selain itu, film tersebut kini juga bisa ditonton via Youtube, tanpa batas waktu. Demikian diumumkan oleh Joshua via akun Facebook-nya.
Sementara, bagi Anda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, ada cara lain untuk mengoleksi film βSenyapβ. Anda bisa datang ke Museum Temporer βRekoleksi Memoriβ yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM). Anda tinggal membawa flashdisk, dan bisa mengkopi film tersebut sepanjang hari ini hingga pukul 21.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βSenyapβ adalah karya Joshua Oppenheimer bersama ko-sutradara asal Indonesia setelah βJagalβ (The Act of Killing). Film ini memulai perjalanannya dengan memborong 5 penghargaan di Festival Film Venezia 2014. Kemudian pada Februari 2015, βSenyapβ dinobatkan sebagai film dokumenter terbaik oleh Asosiasi Kritikus Film Denmark.
Sejak awal Desember tahun lalu, film ini telah diputar di berbagai kampus, komunitas dan forum publik di seluruh Indonesia. Beberapa pemutaran yang disertai dengan diskusi sempat diwarnai dengan insiden pelarangan dari pihak kepolisian, atau bahkan otoritas kampus.
Masih satu napas dengan βJagalβ yang mengangkat isu seputar pembantaian pasca 1965, βSenyapβ membalikkan perspektif dari pelaku (pembantaian) ke (keluarga) korban. Bila pada βJagalβ ditampilkan sosok Anwar Kongo sebagai "tokoh utama", yang bersama kawan-kawannya memperagakan kembali cara dia membantai orang-orang yang dituduh PKI pasca G30S/1965, maka pada βSenyapβ penonton dipertemukan dengan Adi Rukun. Sehari-hari berkerja sebagai tukang kacamata, Adi adalah adik dari salah seorang korban pembantaian pasca-1965, Ramli.
Joshua merekam pengakuan dan peragaan yang dilakukan oleh para pembantai Ramli, lalu βmenyuguhkanβ-nya kepada Adi. Lalu, Adi 'mengkonfirmasi' video yang dilihatnya itu kepada orang-orang yang bersangkutan. Ia mendatangi para pembantai kakaknya itu. Meminta pertanggung jawaban? Balas dendam? Dalam cacatan produksi film ini disebutkan, Adi bertekad untuk memecah belenggu kesenyapan dan ketakutan yang menyelimuti kehidupan para korban.
(mmu/mmu)











































