Film 'Badoet' Terapkan Pakem Baru Penampakan Hantu

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Selasa, 10 Nov 2015 11:34 WIB
Sutradara Awi Suryadi (Reno/detikHOT)
Jakarta - Bicara film horor di Indonesia, seperti sudah ada pola tersendiri. Bagaimana babak perkenalan, dilanjutkan dengan kemunculan-kemunculan penampakan.

Namun, pola tersebut dirasa kurang mumpuni dan usang oleh sutradara Awi Suryadi. Dalam film terbarunya, 'Badoet', Awi menciptakan pola baru penampakan si setan.

"Film ini nggak terjebak oleh pakem film horor yang tiap 5 menit ada setan. Kita nggak seperti itu. Walau bagaimana pun kita nggak bisa menggambarkan pola pikir setan itu seperti apa, tapi seenggaknya setan itu keluar harus punya maksud dan tujuan," buka Awi Suryadi saat berbincang kepada detikHOT.

‎"Misalnya di film ini, ketika ada yang ikut campur urusan dia. Jadi, ada alasan dia keluar di scene ini, keluar di scene itu," tutur Awi lagi.

Baca Juga: Cerita Ronny P.Tjandra Dirasuki Roh Badut

Selain soal pola kemunculannya, Awi menjanjikan wujud setannya pun tak seperti film horor kebanyakan.

"Semua elemen horor itu ada di mimik muka, tidak ada yang lain. Karena selama ini setan di Indonesia selalu seperti yang bisa terbang, bayangan. Di sini nggak begitu," tegas sutradara yang sebelumnya menggarap 'Street Society'.

"Film ini pure horor, tapi berdarah. Tapi nggak berdarah-darah," tutupnya seraya tertawa.

'Badoet' diperankan oleh tiga bintang muda, Daniel Topan, Aurelie Moeremans dan Christopher Nelwan. Turut meramaikan Ratu Felisha, Marcel Chandrawinata dan Tiara Westlike. Film produksi DT Films itu dijadwalkan tayang pada 12 November.

(mif/mmu)