'Badoet', 100 Persen Film Horor

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Selasa, 03 Nov 2015 10:59 WIB
Sutradara Awi Suryadi, Ronny P. Tjandra, Daniel Topan dan Haresh Kemlani saat bertandang ke detikcom (Reno/detikHOT)
Jakarta - Kehadiran film horor di Indonesia sempat dicap tercemar. Adanya perpaduan antara elemen seksual dan kengerian setan menjadi ramuan andalan para rumah produksi.

Namun kultur cepat berubah, setidaknya 1-2 tahun terakhir, film horor murni mulai menjamur. Tanpa basa-basi, para sutradara dan penulis naskah mengejutkan penontonnya sepanjang kurang lebih 90 menit. Roller coaster kembali dihadirkan sineas nasional, bersaing dengan tegangnya aksi laga Hollywood.

Menambah panjang momen yang baik itu, rumah produksi pendatang baru DT Films, yang digagas aktor Daniel Topan dan Haresh Kemlani melahirkan film horor milik mereka. Digarap oleh sutradara Awi Suryadi, film tersebut diberi judul 'Badoet'.

Film horor yang menceritakan tentang sosok teror mematikan di sebuah kawasan rumah susun. Sejumlah anak kecil tiba-tiba meninggal dunia secara tragis dan misterius. Kejadian itu pun mengundang tiga anak muda, Donald, Farel dan Kayla untuk mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya.

Sayang, kenyataan tak sesuai impian. Apa mungkin badut yang biasanya lucu dan menghibur anak-anak, kini beralih menjadi pembunuh? Apakah dia pembunuh? atau?

"Ini adalah film 100% horor. Nggak ada esek-esek, nggak ada drama yang berlebihan. Film ini juga bukan slasher, bukan action, tapi pure film horor," ungkap produser Haresh Kemlani kepada detikHOT saat berbincang beberapa waktu lalu.

"Tapi, ini juga bukan film horor yang hantunya munculnya tiap dua menit sekali. Karena sejak awal menurut gue, nggak melulu setannya itu muncul dari awal sampai mau habis, harus ada ritmenya. Gimana mau ada attach ke penonton, kalau dikasih setan terus. Sedangkan penontonnya belum kenal dengan karakter-karakternya," timpal Awi Suryadi yang sebelumnya menggarap 'Street Society'.

Untuk memperkuat nuansa horornya, DT Films juga melakukan seluruh syuting di lokasi-lokasi asli. Dalam artian tidak ada reka ulang di dalam studio atau bantuan green screen. Jika itu apartemen yang sedikit usang dan sempit, maka memang begitu adanya. Jika itu ada di dalam tanah, maka memang sang aktor lah yang sedang dikubur.

"Semuanya lokasinya asli. Gue nggak mau nggak masuk ke logika penonton. Kaya waktu kita syuting tempat tinggal Donald, Farel dan Kayla, itu memang di apartemen yang kecil. Bahkan sempat bingung juga mau set kamera, lighting sama kru di mana. Tapi, akhirnya bisa juga," ceriat Awi lagi.

"Film ini saya jamin berbeda dari banyak film horor lain. Film ini digarap dengan total, produksi kelas A, sutradara kelas A, biaya kelas A dan cast kelas A," tutup Daniel Topan yakin.

Selain Daniel, para pemain meliputi Tiara Westlake, Christoffer Nelwan, Aurélie Moeremans, Ratu Feslisha, Marcel Chandrawinata dan Ronny Paulus Tjandra. 'Badoet' akan menghantui perfilman Indonesia pada 12 November mendatang.






(mif/sro)