APFI Bukan 'Barisan Sakit Hati' PPFI

APFI Bukan 'Barisan Sakit Hati' PPFI

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Senin, 12 Okt 2015 21:11 WIB
APFI Bukan Barisan Sakit Hati PPFI
Suasana Jumpa Pers APFI (Iqbal/detikHOT)
Jakarta - Ramainya organisasi yang bertujuan membantu kinerja pemerintah bukanlah barang baru di Indonesia. Maka tak heran kerap terjadi bentrok kepentingan sehingga menghadirkan organisasi tandingan untuk melawan‎ yang lama.

Namun, berbeda dengan organisasi bernama Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI). APFI disinyalir adalah 'barisan sakit hati' tujuh produser besar film Indonesia yang merasa tak diakomodir oleh organisasi sejenis sebelumnya, Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) pimpinan Firman Bintang.

APFI yang dimotori‎ Chand Parwez Servia (Starvision), Ody Mulya Hidayat (Maxima Pictures), Erick Tohir (Mahaka Pictures), HB Naveen (Falcon Pictures), Ram Soraya (Soraya Intercine Film) , ‎Gope Samtani (Rapi Films) dan Putut Widjanarko (Mizan Pictures) serta Anggota Kehormatan Dede Yusuf mengklaim hanya membantu meramaikan perfilman Indonesia agar bisa lebih maju.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada kekecewaan, tidak ada motif apa-apa, kalau kecewa macam orang pacaran saja. Motif pembentukan APFI adalah kerjasama agar film Indonesia bisa lebih dihargai. Kami semua selalu berpikir positif, tidak ada good guy dan bad guy. Semuanya orang baik," ujar Chand Parwez dalam jumpa pers di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2015).

Kalau ditanya kenapa baru sekarang, ya mungkin ini hari baiknya. Ide ini digagas ‎sejak perfilman Indonesia terjadi kemorosotan. Kalau tidak segera berkumpul untuk berpikir ini, jadi apa nantinya," jelas Parwez lagi.

"Lagipula, Undang-Undang tidak melarang orang membuat serikat atau organisasi. Kita bukan tandingan atau apa lah. Coba lihat dari sisi positif bahwa kita ingin merebut lagi apresiasi penonton dan meningkat film Indonesia di pasar global," tegasnya lagi.

Dukungan kepada APFI pun mengalir dari banyak pihak. Salah satunya adalah Badan Perfilman Indonesia (BPI) yang diketuai Kemala Atmojo.

‎"Barangkali ini waktunya orang baik berkumpul dengan orang baik. Jangan pernah jadikan organisasi sebagai alat perjuangan pribadi.‎ Dan saya yakin, Pak Ody (Ody Mulya Hidayat) ini bukan prokem (preman) perfilman nasional. Kami BPI, akan terus mendukung," tukas Kemala Atmojo.

Senada dengan rekan-rekannya, produser film 'Comic 8: Casino Kings', HB Naveen menyatakan hal serupa.

"Semakin ramai yang mendukung, semakin ramai cinta. Ada semangat-semangat baru. Perbedaan itu bagus, semakin banyak visi dan misi untuk membangun film," timpal Naveen mengakhiri.

(mif/fk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads