DetikHot

movie

Film-film Karya Nia Dinata Panen Apresiasi di Belanda

Kamis, 01 Okt 2015 21:58 WIB  ·   Eddi Santosa - detikHOT
Film-film Karya Nia Dinata Panen Apresiasi di Belanda Nia Dinata (Santosa/detikHOT)
Den Haag -

Film-film karya Nia Dinata mendapat kesempatan diputar di tempat prestisius Filmhuis, Den Haag. Di luar dugaan, di negerinya Famke Jansen dan Carice van Houten itu Nia panen apresiasi.

Diangkat dengan tajuk 'Retrospective Nia Dinata’s Films', film-film karya sineas yang akrab disapa Teh Nia itu diputar di Filmhuis Den Haag, tempat festival internasional tahunan Movies that Matter selama tiga hari berturut mulai Rabu (30/9) hingga Jumat (2/10) besok.

Dipilih sebagai pembuka di hari pertama adalah film 'Kebaya Pengantin', sebuah film pendek berdurasi 15 menit produksi tahun 2011, disusul 'Perempuan Punya Cerita' dan 'Cerita Cibinong'.

Hadir pada acara pembukaan tersebut perwakilan dari kalangan industri film, media, Kementerian Luar Negeri Belanda, masyarakat umum Belanda, mahasiswa, warga Indonesia dan tentu saja Teh Nia Dinata sendiri.

Sambutan masyarakat yang memenuhi Zaal 1 Filmhuis Den Haag untuk dua film pertama tersebut sangat positif. Mereka juga mengapresiasi gagasan untuk mengenalkan film-film Indonesia di Negeri Belanda.

Sebagian menyatakan, baru pertama kali menonton film Indonesia dan tak menyangka film Indonesia bisa sebagus itu, dengan tema-tema yang tidak biasa ditemukan dalam masyarakat yang termarjinalkan.

Vita Stekelenburg, seorang penonton dari Utrecht, mengatakan bahwa penyelenggaraan event seperti ini sangat bagus.

"Ini sebuah terobosan untuk perfilman Indonesia di dunia internasional. Acara khusus pemutaran film Indonesia semestinya lebih sering diadakan di sini, karena Indonesia-Belanda tak hanya dekat secara historis, tapi juga secara kultur," ujar Stekelenburg.

Teh Nia sendiri, menanggapi penyelenggaraan acara pemutaran khusus film Indonesia di Belanda, menyatakan sangat senang.

"Saya senang sekali bisa bertukar pikiran dengan orang-orang dari Den Haag dan dari kota-kota lain di Belanda, yang datang sore ini. Mudah-mudahan, tiap tahun akan ada acara seperti ini, dan akan selalu ada film Indonesia yang diputar di Negeri Belanda, dengan jumlah penonton yang semakin banyak," cetus Teh Nia.

Diplomasi Budaya

Sebelumnya dalam sambutan pembukaan di hari pertama, Kuasa Usaha Ad-interim Ibnu Wahyutomo mengatakan bahwa film merupakan cara yang baik untuk menjelaskan apa dan siapa diri kita sebenarnya.

"Melalui film pula dapat disampaikan nilai-nilai, budaya dan perkembangan Indonesia terkini. Saya berharap, dengan menonton film-film karya Nia Dinata ini, kita bisa melihat dan memahami Indonesia kini, Indonesia yang modern," papar KUAI.

Lebih lanjut KUAI mengatakan bahwa film adalah aset diplomasi Indonesia, dan acara ini bertujuan untuk mempromosikan Indonesia.

"Kami berharap acara pemutaran film Indonesia ini akan menjadi agenda tahunan KBRI Den Haag," ujar KUAI.

Karya Nia yang akan diputar pada hari kedua, Kamis (1/10/2015) adalah Berbagi 'Suami' (2006) dan 'Ca Bau Kan' (2002). 'Berbagi Suami', yang judul rilis internasionalnya 'Love For Share', merupakan film yang cukup banyak meraih penghargaan dan disertakan dalam banyak festival film nasional dan internasional.

Pada hari terakhir pemutaran film Indonesia di Filmhuis Den Haag, Jumat (2/10/2015), akan ditampilkan dua film, 'Arisan!' (2003) dan 'Arisan 2' (2011).

Film 'Arisan!' berhasil memenangkan seluruh 5 penghargaan utama Festival Film Indonesia 2004: Film Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik. Prestasi yang sama hanya pernah diraih oleh film Ibunda (Teguh Karya, 1986).

Mengapa Teh Nia yang pertama dipilih untuk mengisi acara di Filmhuis Den Haag dengan dukungan Rumah Budaya Indonesia dan KBRI Den Haag?

Menurut Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya Azis Nurwahyudi karena ada beberapa pertimbangan antara lain Nia merupakan sutradara sangat berbakat, dan film-filmnya banyak memenangkan penghargaan nasional dan internasional.

"Selain itu karena film-film Nia mengangkat cerita kaum terpinggirkan dengan tema-tema berani, yang dapat menggugah kesadaran publik Belanda budaya Indonesia sangat dinamis dan beragam," pungkas Azis


(es/fk)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed