'Mencari Hilal' Siap Tayang di Tokyo International Film Festival

'Mencari Hilal' Siap Tayang di Tokyo International Film Festival

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Selasa, 29 Sep 2015 15:36 WIB
Mencari Hilal Siap Tayang di Tokyo International Film Festival
Hanung Bramantyo, Raam Punjabi dan Ismail Basbeth (Iqbal/detikHOT)
Jakarta - Film drama keluarga 'Mencari Hilal' yang dibintangi oleh Oka Antara tayang di Indonesia berdekatan dengant Hari Raya Idul Fitri lalu, yang biasanya menjadi pemasukan besar bagi film nasional. Sayangnya, hasil yang didapat kurang 'Mencari Hilal' memuaskan.

Namun tim produksi 'Mencari Hilal' tak mau berputus asa. Ajang festival internasional dibidik sebagai ruang baru. Dari banyaknya festival film internasional, Tokyo International Film Festival (TIFF) 2015 menerima pinangan 'Mencari Hilal'.

"Bisa dibilang 'Mencari Hilal' memang tidak berhasil secara komersial di Indonesia. mungkin belum waktunya ditayangkan. Penonton kita belum siap menonton film di luar jalur yang menghibur mereka. Jadi kami mencari ruang baru untuk 'Mencari Hilal'," buka Pemimpin Mutivision Plus (MVP) Raam Punjabi, selaku rumah produksi yang menaungi 'Mencari Hilal' dalam jumpa pers di Kantor MVP, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi ini juga tidak aji mumpung. Produser sudah tahu, mana film yang buat penonton dan festival. Bukan karena tidak laku secara penonton terus dibawa ke festival. Kami mencari ruang baru, kalau di Indonesia tidak bisa berarti coba ke luar negeri," tambah Hanung Bramantyo sebagai salah satu dari lima produser yang terlibat.

Baca Juga: 'Menara Stasiun Cawang' Jadi Film Horor Perdana Anisa Rahma

'Mencari Hilal' yang disutradarai Ismail Basbeth akan berjuang di TIFF pada 22-31 Oktober mendatang dalam kategori 'Asian Future' bersama 10 film internasional lainnya dari negara Asia hingga Eropa. Kategori tersebut ditujukan untuk film-film yang merupakan hasil karya sutradara pendatang baru. Judulnya filmnya sendiri akan berganti menjadi 'The Crescent Moon'.

"Kami tidak menyalahkan penonton Indonesia, kami mencari ruang lain untuk 'Mencari Hilal'. Harapannya tidak hanya secara karier bagi saya sebagai sutradara, tapi juga pelan-pelan membangun akses ke dunia internasional," ujar sutradara Ismail Basbeth.

"Karena film bagus adalah film bagus. Dikotomi film festival dan non-festival sudah ketinggalan zaman. Buat saya pribadi 'Mencari Hilal' adalah prestasi karena biasanya film-film saya hanya ditonton oleh 600 orang, sekarang ditonton oleh 12 ribu orang," tandas sutradara yang terkenal lewat film-film pendek bergaya arthouse itu.

(mif/ich)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads