'Gigantic', Sentuhan Modern Disney dari Dongeng Klasik 'Jack and the Beanstalk'

Laporan dari California

'Gigantic', Sentuhan Modern Disney dari Dongeng Klasik 'Jack and the Beanstalk'

Adhie Ichsan - detikHot
Sabtu, 15 Agu 2015 19:15 WIB
Gigantic, Sentuhan Modern Disney dari Dongeng Klasik Jack and the Beanstalk
Sutradara dan Produser 'Gigantic' sedang memberi bocoran filmnya kepada penggemar Disney (dok. Disney Pixar)
Anaheim - Dongeng klasik dari Inggris 'Jack and the Beanstalk' kini mendapat sentuhan magical dan unik dari Walt Disney Studios sebagai proyek film animasi terbaru mereka berjudul 'Gigantic'. detikHot menjadi salah satu yang beruntung menyaksikan langsung footage dan teaser film tersebut dari D23 Expo.

Sutradara Nathan Greno (β€œTangled”) dan produser Dorothy McKim (β€œGet A Horse!”) memberikan detail cerita yang menampilkan musik dari penulis lagu film pemenang Oscar, Kristen Anderson-Lopez dan Robert Lopez. Greno, mengatakan bahwa dirinya selalu bermimpi untuk menjadi bagian dari dunia Disney.

Ia menyukai cerita klasik seperti 'Snow White' dan 'Cinderella' yang mendapat sentuhan definitif bagi penonton lintas generasi. "Aku ingin melanjutkan tradisi itu dengan membawa 'Jack and the Beanstalk' kepada para penonton modern. Kami mengambil bagian dari apa yang kami ingat dan menambah twist, emosi serta humor," katanya di Anaheim Convention Center, California, Amerika Serikat, Jumat (14/8) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

'Gigantic' akan berlatar di Spanyol pada Masa Penjelajahan. Film bercerita tentang karakter yang menggemari petualangan, Jack, saat menemukan dunia penuh raksasa di balik awan.

Dia kemudian bertemu dengan gadis 'raksasa' bernama Inma (11), dan yang tersesat untuk menemukan jalan pulang. Tetapi, pertemuan awal mereka cukup mengesalkan bagi Jack. Ia malah dianggap seperti mainan dalam genggaman sang gadis.

Menurut Greno, tokoh Inma terinspirasi dari gadis yang ia temui di Spanyol saat melakukan riset untuk film tersebut. Ia kemudian menunjukkan gambar sang gadis cilik yang hendak melempar sesuatu dalam beberapa jepretan kamera.

Gadis tersebut mengejar mobil Greno dan tim riset saat berada di Spanyol untuk meneliti kultur dan bentuk bangunan yang akan dijadikan latar cerita film. Ketika ditemui secara langsung bersama orangtuanya, muncullah pengakuan unik dari mulut gadis tersebut.

"Dia bilang dia putri di negaranya, dan ingin melindungi dari orang luar," kata Greno disambut tawa ribuan penggemar Disney yang hadir.

Karakter Inma dan Jack, menjadi sahabat dekat, dan membawa mereka pada sebuah petualangan emosional. "Kami harus membuatnya autentik dengan pendekatan yang belum pernah dilakukan," lanjut sang sutradara.

Dari penggambaran detail sang sutradara, 'Gigantic' tampak memiliki storytelling kuat dengan sentuhan modern yang mampu merebut hati penonton. Film ini rencananya baru akan dirilis 2018 mendatang.

Dalam panel khusus film animasi di D23 Expo 2015, Disney Pixar juga mengumumkan proyek baru yang akan ditangani sutradara Lee Unkrich (Toy Story 3) berjudul 'Coco'. Film ini terinspirasi dari perayaan budaya Meksiko dan beberapa negara lain, DΓ­a de Muertos atau Day of the Dead yang menjadi Hari Libur.

Kegiatan itu dilakukan oleh keluarga dan teman-teman terdekat untuk mengenang kerabat yang sudah meninggal, dan membantu perjalanan spiritual mereka. Pada 2008, perayaan ini dicatat UNESCO sebagai salah satu warisan kebudaan.
Β 
"Sebagai artis dan pembuat film, kami tak bisa menahan diri untuk menggambar dan memvisualisasikan Dia de los Muertos,” kata Unkrich dan Anderson.

"Dalam cerita yang kami buat, perayaan Dia de los Muertos hadir sebagai latar belakang yang sempurna dari empat karakter utama kami untuk pertanyaan dari mana dia berasal, di mana dia tinggal bersama keluarganya, dan bagaimana keluarga tetap bersama melalui sebuah peringatan sederhana," lanjutnya.

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal rilis 'Coco', tetapi Pixar disebut memiliki slot pada 2017 dan 2018.

(ich/fk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads